20 Ha Lahan Sawah Diserang Hama

20 Ha Lahan Sawah Diserang Hama Pihak DPPKP memantau penyemprotan hama yang ada di Desa Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia kemarin. (F. Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post)

Berita Terkait


 

Hargo.co.id MARISA – Kurang lebih ada 20 hektare lahan pertanian sawah yang beberapa waktu mulai ditanami, kini diserang oleh hama penyakit. Akibatnya, para petani pun mengeluhkan hal ini.

Pantauan Gorontalo Post kemarin tepatnya di Desa Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia, nampak tanaman padi milik petani sudah mulai menguning dan ada pula yang berlubang.

Hal ini pun kemudian keluhkan kepada pemerintah agar bisa mendapatkan penanganan.

Dari data yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, luas lahan yang sudah ditanami di Desa Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia yakni seluas 48 hektare dan ada 20 hektare yang diserang hama penyakit yakni hama penggesek batang dan hama putih. Inilah yang membuat tanaman padi milik para petani rusak.

Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) yang mendapatkan informasi tersebut, kemarin langsung turun ke lapangan guna mengecek serta menyalurkan bantuan berupa obat hama kepada para kelompok tani.

Kadis DPPKP, Yance Rumondor yang didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Meriwati Maku serta para petani menjelaskan, setelah mendapatkan informasi dari petani, kami langsung melakukan langkah awal yakni dengan menyalurkan obat hama atau pestisida jenis spontan.

Tak hanya sekedar menyerahkan bantuan saja, akan tetapi para petani pula diberikan edukasi, dimana terkait dengan penggunaan air, itu tidak bisa sering. Artinya, tanaman padi tidak digenangi air secara terus menerus. Harus dilakukan pengeringan pula.

“Yang terjadi saat ini, lokasi pertanian rata-rata digenangi air dan itu menyebabkan tanaman padi sering kali rusak. Bahkan sudah beberapa kali panen, di Desa Buntulia Utara sering mengalami kegagalan,” jelasnya.

Sementara itu Herman Sariat dari Balai Pengendalian Hama Terpadu Provinsi Gorontalo menyatakan, agar kiranya petani tidak mencampur racun-racun pembunuh hama.

Yang namanya racun tentu akan membunuh, akan tetapi ketika dicampur-campur maka yang akan terjadi adalah kekebalan terhadap hama. Artinya, hama tidak bisa lagi dibunuh dengan racun hama, karena mereka sudah kebal.

“Penggunaan racun hama yang berlebihan pula dapat berdampak pada tingkat kesuburan tanah. Oleh karena itu, diharapkan agar petani tidak sembarangan mempergunakan yang namanya racun hama atau racun serangga,” pungkasnya. (kif/hargo)

Share

Leave a Comment