2017, Gorontalo Kehilangan Rp 360 Miliar


GORONTALO, Hargo.co.id– Penurunan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2017 yang mencapai Rp 360 miliar bisa berdampak serius terhadap Gorontalo.

Sejumlah pihak mengkhawatirkan akan terjadi pelambatan pembangunan di Gorontalo yang berujung pada tertekannya pertumbuhan ekonomi.

Kekhawatiran itu disampaikan Pelapor Badan Anggaran (Banggar) Deprov Gorontalo Sun Biki, saat diwawancarai Gorontalo Post, Rabu (9/11).

“Pasti akan menimbulkan multiplier effect bagi ekonomi. Akan terjadi pelambatan karena dana pembangunan berkurang,” jelasnya.

“Saya khawatir ini akan menggangu pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6,3 persen pada tahun depan,” jelasnya.

Pelambatan ini berpeluang terjadi karena ekonomi Gorontalo mayoritas digerakkan oleh belanja modal pemerintah. Sehingga bila dana pemerintah berkurang, pasti akan berpengaruh.

Menurutnya, kucuran DAK selama ini sangat membantu daerah dalam memenuhi kebutuhan pembangunan.

Baik dibidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. Karena kapasitas fiskal semua pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota sangat terbatas.

“Misalnya untuk Pemprov pada tahun depan. Kebutuhan biaya pembangunan mencapai Rp 900 M. Tapi DAU yang dikucurkan hanya Rp 700 M. Sisanya kita berharap bisa dibiayai DAK,” tambahnya.

Share

Leave a Comment