22 Hari Operasi Simpatik, 478 Kendaraan Ditilang, Dominan Siswa

22 Hari Operasi Simpatik, 478 Kendaraan Ditilang, Dominan Siswa Operasi simpatik yang digelar Satlantas Polres Gorontalo Kota beberapa waktu lalu banyak menjaring para pelajar yang melanggar aturan lalu lintas. (Foto: Dok/Gorontalo Post).

Berita Terkait


 

Hargo.co.id GORONTALO – Kesadaran masyarakat Gorontalo untuk menaati aturan lalu lintas masih sangat minim.

Terbukti, jumlah pelanggar lalu lintas yang terjaring dalam operasi simpatik sejak tanggal 1 Maret cukup tinggi. Hingga hari ke 22 pelaksanan operasi simpatik kemarin, total kendaraan bermotor yang ditilang mencapai 478. Terdiri 325 di wilayah Kota Gorontalo dan 115 di Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Kasat Lantas Polres Gorontalo Kota AKP Ferdy Kastalani mengatakan, pelanggaran masyarakat yang ditemukan dalam operasi simpatik beragam. Lagi-lagi, pelanggaran tidak menggunakan helm cukup marak. Selain itu, pelanggaran berkaitan kelengkapan surat-surat kendaraan.

“Untuk kasus keengganan masyarakat mamakai helm, alasan lumrah yang sering didengungkan yakni tempat yang mereka tuju dekat dari tempat kediamannya, sehingga tak perlu memakai helm. Ini alasan klasik,” tuturnya.

Lebih lanjut yang paling memiriskan kata AKP Ferdy, pelanggaran paling banyak didominasi oleh mereka yang terdidik yakni pelajar dan mahasiswa serta Aparatus Sipil Negara (ASN) yang sepatutnya menjadi tauladan masyarakat untuk menaati aturan hukum.

“Ada yang juga pelanggaran yang cukup marak, selain helm. Kebanyakan pengendara tak punya SIM. Ada lagi pajak motor sudah mati. Meski begitu setelah ditilang, kita masih beri kebijaksanaan setelah sebelumnya dibeikan teguran lisan,” tutur AKP Ferdi.

Share

Leave a Comment