500 Kios Miras Bertebaran di Limboto


Hargo.co.id GORONTALO – Miris, Limboto sebagai ibu kota Kabupaten Gorontalo ternyata menjadi sasaran empuk pasar minuman keras (Miras). Di daerah yang digadang-gadang sebagai sentral perekonomian negeri serambi madinah ini cukup banyak ditemukan kios-kios yang berjualan Miras.

Data yang diperoleh Gorontalo Post dari Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, lebih kurang ada 500 kios yang mengedarkan minuman haram itu.

“Di Kabupaten Gorontalo, hanya ada dua tempat (kios) yang punya izin menjual minuman beralkohol. Tapi, dari penelusuran kita di lapangan ada lebih dari 500 kios yang menjual miras,” ungkap Kakan Satpol PP Kabgor, Husain Ui, ketika diwawancarai, kemarin, (24/11).

Kondisi ini lanjut Husain tentunya cukup mengkhawatirkan dan menjadi bentuk ancaman terjadinya gangguan Kamtibmas. Sebab, Miras merupakan salah satu memicu tindakan kriminalitas dan persoalan antar warga.

Untuk itu kata Husain, pihaknya kini akan lebih memaksimalkan razia dengan melibatkan unsur TNI-Polri. Kios-kios yang telah masuk dalam daftar akan menjadi target operasi.

Pihaknya juga telah turun melakukan pemantauan terlebih dahulu untuk memastikan kembali lokasi-lokasi yang sering berjualan Miras.

“Miras ini biasanya disembunyikan para penjual untuk mengelabui petugas yang jumlahnya sangat terbatas. Karena itu kita akan bekerja sama pihak Polri dan TNI untuk turun razia,” jelas Husain.

Ia mewanti-wanti jika ada kios yang ditemukan berjualan Miras, maka pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan penyitaan terahdap barang haram itu. Bagi para penjual yang baru pertama kali ditemukan akan diberikan pembinaan khusus.

Namun bagi mereka yang sudah berkali-kali, pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

“Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, kita diwajibkan untuk melakukan penertiban tempat-tempat itu. Apalagi jelas saat ini kios yang berjualan Miras cukup banyak. Maka razia akan lebih kita rutinkan. Termasuk juga ke kos-kosan untuk mengantisipasi timbulnya hal yang dapat memicu gangguan Kamtibmas,” tandasnya.

Captikus, Tilongkabila

Selain di wilayah Limboto dan sekitarnya, daerah lainnya yang rawan pernjualan Miras adalah wilayah Kecamatan Tilongkabila.

Kasat Narkoba Polres Bonbol AKP Ismail Husain mengatakan, di wilayah Tilongkabila ada beberapa lokasi yang dijadikan sebagai tempat penyulingan Miras jenis Captikus.

Menurut Ismail, pihaknya sudah berkali-kali melakukan oprasi di wilayah tersebut. Namun masyarakat yang menyuling Captikus ini tak kunjung jera.

“Baru-baru ini kita melakukan pemantauan untuk mencari tahu apakah pabrik captikus di wilayah Tilongkabila ini sudah tidak ada. Ternyata masih banyak yang beroperasi,” ungkap Ismail.

Ismail mengakui, pihaknya kewalahan dalam memberantas pabrik captikus. Sebab lokasi pabrik captikus yang dikelola masyarakat tidak berada di wilayah yang mudah di jangkau. Letak Pabrik Captikus rata-rata berada di bukit Tilong kabila.

“Kalau berkunjung kesana butuh jarak puluhan kilometer dari pusat pemukiman warga. Letaknya berada di lokasi terpencil di sejumlah Desa yang ada di Kabupaten Bonbol,” ungkapnya.

Memasuki akhir tahun ini kata Ismail, pihaknya akan membangun kerja sama dengan Satpol PP untuk kembali menggelar operasi di sejumlah kios-kios serta di perbukitan yang diduga ada pabrik penyulingan captikus.

“Pengalaman kita banyak sekali kasus yang terjadi lantaran Miras. Makanya kita tidak main-main untuk memberantas peredaran minuman haram tersebut. Menjelang akhir tahun ini, operasi akan kita gelar kembali,” pungkasnya. (tr-53/tr-48/hargo)

Share

Leave a Comment