Abrasi Sungai Paguyaman Ancam Pemukiman


 

Hargo.co.id TILAMUTA – Pasca banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Paguyaman dan Wonosari beberapa waktu lalu, persoalan baru mulai bermunculan.

Salah satunya adalah abrasi sungai Paguyaman akibat banjir dan kini mulai mengancam lahan pertanian dan pemukiman masyarakat.

Pantauan Gorontalo Post kemarin (22/11), pemukiman penduduk yang berada di bantaran sungai di Desa Diloato Kecamatan Paguyaman mengalami abrasi, akibat tergerus banjir.

Sehingga abrasi sungai mengancam rumah – rumah penduduk yang berada di bantaran sungai. Selain itu sebagian besar tanggul pengaman sungai jebol. Sehingga kondisi ini memaksa masyarakat harus ekstra hati – hati terutama ketika musim hujan berlangsung.

“Jadi kami yang tinggal di bantaran sungai masih khawatir dengan intesitas curah hujan yang masih tinggi. Apalagi dengan adanya abrasi sungai bisa mengkhawatirkan pemukiman penduduk. Kami berharap agar ada langkah cepat yang diambil untuk mengantisipasi agar abrasi sungai tidak semakin melebar, selain program pembangunan tanggul dan normalisasi sungai dari Balai Sungai,” ungkap Salihin salah seorang warga.

Ditambahkan Salihin, saat ini masyarakat belum dapat bercocok tanam.Karena khawatir dengan curah hujan yang masih tinggi.

“Kalau kami bercocok tanam kemudian diterjang banjir, maka lahan pertanian kita pasti akan rusak, otomatis kami akan rugi. Belum lagi dengan kebutuhan air bersih dari sumur yang kami konsumsi pasti akan tercemar,”keluhnya.

Kepala BPBD Boalemo Mus Moha mengatakan, berdasarkan prediksi jika curah hujan akan berlangsung hingga akhir Desember 2016 mendatang.

Dengan demikian pihaknya akan tetap memaksimalkan persiapan yang menjadi kebutuhan serta program kepada masyarakat yang sering mengalami banjir.

“Jadi kedepan kita sudah melibatkan lintas sektor untuk melakukan pendampingan dan program siaga bencana kepada masyarakat,” pungkasnya. (tr-30/hargo)

Share

Leave a Comment