Ada Event Besar, Hunian Hotel Kok Sepi ?

Ada Event Besar, Hunian Hotel Kok Sepi ? Kemeriahan pesta pernikahan putri sulung Rachmat Gobel yang digelar di lapangan Ippot, Tapa, Bonbol, diyakini turut memberikan kontribusi besar pada bisnis perhotelan di Gorontalo ketika itu.

Berita Terkait


 

Hargo.co.id GORONTALO – Bulan September 2016 lalu bisa jadi merupakan bulan yang penuh “bintang” di Gorontalo. Kala itu, Gorontalo menjadi tuan rumah beberapa event besar sekaligus mendapatkan tamu yang banyak.

Namun, fakta tersebut berbanding terbalik dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Katanya, tingkat penghunian kamar (TPK) September 2016 malah “sepi”. ┬áDari data BPS Provinsi Gorontalo, TPK hotel/akomodasi lainnya pada bulan September 2016 sebesar 34,75 persen,

atau mengalami peningkatan sebesar 1,66 poin jika dibandingkan dengan TPK bulan Agustus 2016 yang tercatat 33,09 persen. Senada, TPK hotel berbintang di Kota Gorontalo pada bulan September 2016 juga tercatat 44,79 persen, meningkat 3,21 poin jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2016 sebesar 41,58 persen.

Jika direview kembali, pada bulan September 2016 terdapat beberapa event besar. Sebut saja yang paling menonjol, acara pernikahan putri sulung mantan Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel. Ketika itu, banyak sekali tamu yang diundang oleh bos PT Nasional Panasonic Gobel itu datang ke Gorontalo, baik keluarga, handai tolan hingga rekan bisnis.

Perhotelan, terutama hotel berbintang sudah dibooking penuh, terutama menjelang pesta yang digelar pada tanggal 25 September 2016.  Satu lagi event yang tak kalah besar, adalah Seminar Nasional dan sidang pleno Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) yang dibuka pada 28 September 2016.

Saat itu, ada pengurus dan ratusan anggota ISEI dari berbagai wilayah datang ke Gorontalo, salah satunya adalah Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang juga Ketua ISEI, Muliaman D Hadad, mantan Menteri Pariwisata, Marie Eka Pangestu, ekonom terkenal, Aviliani dan sejumlah tokoh ekonom lainnya.

Saat itu, terkonfirmasi bahwa sejumlah hotel ternama full dibooking oleh peserta yang hadir. Belum lagi event seperti Festival Danau Limboto yang digagas oleh Pemda Kabgor dan Kementerian Pariwisata RI yang digelar bertepatan pada bulan September 2016.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Eko Marsoro juga mengaku heran dengan perolehan data kali ini. Namun, dia tidak menampik terdapat berbagai kesulitan untuk menghimpun data perhotelan. Pasalnya, petugas BPS dikira oleh sejumlah pengusaha hotel sebagai petugas pajak.

“Jadi saat di lapangan kita tegaskan, ini tidak ada kaitannya dengan masalah pajak. Kami hanya mencari agregatnya,” jelasnya. Untuk itu, kedepan BPS akan berkoordinasi lagi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk meyakinkan pengusaha hotel. “Mudah-mudahan kedepan kita bisa dapat data yang lebih rill lagi,” pungkasnya.(axl/hargo)

Share

Leave a Comment