Akhir 2016, Perekonomian Diprediksi Melambat


 

Hargo.co.id GORONTALO – Bank Indonesia (BI) mengindikasikan arah pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada triwulan IV 2016 akan melambat.

Sebelumnya, pada triwulan III 2016, ekonomi Gorontalo tumbuh sebesar 6,98 persen (yoy).  Menurut kajian ekonomi regional BI,

perlambatan itu dipicu oleh perlambatan kinerja lapangan usaha pertanian seiring dimulainya musim tanam, dan kondisi cuaca dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga berpotensi mengganggu produksi pertanian pada triwulan IV 2016.

Namun, meningkatnya pendapatan masyarakat pasca musim panen raya pada triwulan III 2016 ditaksir meningkatkan kinerja sektor konsumsi rumah tangga dan kinerja lapangan usaha perdagangan seiring adanya perayaan hari raya

Natal, Maulid Nabi dan tahun baru di akhir triwulan IV 2016, menjadi faktor penahan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi juga dapat ditahan dengan adanya upaya percepatan realisasi belanja pemerintah, terutama belanja modal dan belanja barang dan jasa di triwulan IV.

Itu bakal meningkatan kinerja sektor konstruksi terutama proyek infrastruktur di Provinsi Gorontalo seiring dengan batas waktu realisasi anggaran pemerintah di tahun 2016.

Sementara, memasuki triwulan IV 2016 tekanan inflasi Gorontalo cenderung menurun pada awal triwulan dan diperkirakan akan mengalami peningkatan pada akhir periode.

“Itu seiring peningkatan permintaan masyarakat pada perayaan hari besar keagaamaan Maulid Nabi dan Natal, serta perayaan tahun baru,” tulis BI dalam KEKR.

Sementara inflasi Provinsi Gorontalo pada triwulan III 2016 relatif terkendali, yaitu tercatat sebesar 2,77 persen (yoy),

turun dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,89 persen (yoy). Secara kumulatifm Januari-September 2016, inflasi Gorontalo tercatat sebesar 0,63 persen.(axl/hargo)

Share

Leave a Comment