Akhirnya Walikota Marten Suarakan Tolak Bajaj

Akhirnya Walikota Marten Suarakan Tolak Bajaj Ratusan abang bentor di Kota Gorontalo beroerasi di depan Kantor Walikota Gorontalo, Senin, (14/11). Mereka menolak kendaraan Bajai beroperasi di Gorontalo karena dianggap mengancam pendapatan mereka. (foto : Natha/GP).

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Setelah dikepung ratusan massa dari pengemudi becak motor (bentor) se Provinsi Gorontalo, Senin (14/11) siang tadi.

Akhirnya Walikota Gorontalo Marten Taha angkat bicara terkait permasalahan yang dialami pengemudi bentor.

[baca: Kepung Kantor Walikota, Ini Permintaan Abang Bentor]

Kepada wartawan Marten usai menemui ratusan massa tersebut mengemukakan bahwa pemerintah Kota Gorontalo selalu menampung aspirasi dari masyarakat yang menginginkan kesejahteraan.

Sebab hampir sebagian besar masyarakat di Kota Gorontalo mencari nafkah dari penghasilan sebagai pengemudi bentor.

“Ini wajar dilakukan abang bentor Kota Gorontalo. Saya rasa penolakan ini menjadi satu tugas bagi pemerintah Kota Gorontalo. Sebab ini menyangkut pendapatan mereka sehari-hari, dan aksi hari ini akan kami respon dengan menerima aspirasi yang disampaikan dan kemudian berkoordinasi semua pihak terkait,” kata Marten.

Bahkan Marten jauh-jauh sebelumnya menolak kehadiran bentor di tanah serambih madinah (sebutan Gorontalo). Saya sebagai Walikota Gorontalo sedari awal sudah menyatakan menolak Bajai masuk ke Kota Gorontalo,” sambungnya.

Marthen menyampaikan, sampai saat ini, pemerintah Kota Gorontalo belum mengeluarkan izin beroparisnya Bajai.

Usai mendengarkan pernyataan Walikota, masa aksi pun kembali ke Taruna Remaja, lalu membubarkan diri. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari petugas Polres Gorontalo Kota. (tr-49/ndi/hargo)

Share

Leave a Comment