Aksi Penebangan Pohon Menuai Sorotan

Aksi Penebangan Pohon Menuai Sorotan Petugas BPBD berupaya menyingkirkan pohon lindung yang tumbang di Jl. Trans Sulawesi tepatnya Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa. INSERT : Pemangkasan pohon oleh PLN di Jl. Beringin, Kecamatan Dungingi.

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Aksi penebangan pohon di Jl. Beringin, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo menuai sorotan warga. Pasalnya, aksi penebangan ini bakal mengancam keasrian lingkungan. Apalagi saat ini, wilayah Gorontalo termasuk daerah yang rawan banjir.

Sejumlah warga menuding aksi ini dilakukan petugas PLN. Namun hal itu langsung dibantah pihak PLN. Petugas PLN mengaku hanya melakukan pemangkasan tangkai pohon dan tidak ada kaitannya dengan penebangan tersebut.

Humas PLN Gorontalo Syaiful Djalil mengungkapkan, pihak PLN sama sekali tidak pernah melakukan penebangan pohon. Yang ada hanyalah pemangkasan. Hal itu juga ikut disaksikan oleh Lurah.

“Tidak benar info petugas menebang pohon. Apalagi di kawasan itu tidak ada jaringan SUTM untuk apa menebang,” jelasnya. Mereka sendiri, lanjut Syaiful, tidak tahu siapa yang tebang pohon.

Sekarang ini memang PLN lagi gencar-gencarnya melakukan pemangkasan pohon dan pemeliharaan jaringan listrik SUTM yang berpotensi mengakibatkan gangguan pemadaman. listrik.

Tujuan dari pemangkasan itu sendiri, selain untuk mengamankan jaringan listrik dari sentuhan pohon, juga untuk mengamankan dari sentuhan orang yang ada disekitarnya. Tapi tidak ada penebangan. Lagi pula bekas tebangan pohon itu sudah kering membuktikan kejadian penebangan sudah lama terjadi,” terangnya.

Sementara itu di Kabupaten Pohuwato, akibat cuaca ekstrim sejumlah pohon lindung yang sudah tua dan lapuk di Jl. Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa tumbang. Pohon yang tumbang itu nyaris saja menimpa salah satu pengendara kendaraan yang melintas di kawasan itu.

Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, Minggu (13/11) sekitar Pukul 08.00 Wita, sebuah pohon besar tumbang kearah jalan. Beruntung beberapa pengendara yang melintasi berhasil menghindar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pohuwato, Ramon Abdjul melalui Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Iswan Gau menjelaskan, alhamdulillah dalam insiden ini tidak ada korban jiwa maupun kerusakan materil. “Pohon yang tumbang ini diakibatkan karena usianya yang sudah tua dan batangnya sudah mulai lapuk,” ungkapnya.

Lanjut kata Iswan Gau, pihaknya berharap agar seluruh elemen masyarakat bisa berhati-hati, mengingat kondisi cuaca saat ini cukup ekstrim. Baik itu hujan, angin kencang, longsor dan lain sebagainya. “Kami berharap jika ada persoalan di lapangan, maka bisa sesegera mungkin dilaporkan, sehingga bisa ditindaklanjuti secepatnya,” harap Iswan Gau yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pramuka Pohuwato ini.

Sementara itu Bila di Kota Gorontalo pohon lindung dibabat, kondisi sebaliknya terjadi di Kabupaten Gorontalo. Daerah rawan banjir ini mulai sadar pentingnya menanam pohon.

Kemarin, (13/11), aksi menanam yang dimotori KNPI, Karang Taruna dan Komunitas Sadar Lingkungan itu digelar di sepanjang bantaran sungai Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Ketua karang Taruna Kabupaten Gorontalo Sofyan Ishak mengatakan, alasan dilakukannya penanaman ini karena sadar lingkungan kita yang sudah mulai gersang dan panas, ditambah dengan kerusakan lingkungan saat ini sehingga berimbas pada musibah banjir yang baru saja dialami oleh masyarakat Kabupaten Gorontalo.

“Dengan adanya penanaman pohon pastinya bisa menampung air tanah, juga bisa menyejukkan lingkungan seputaran sungai yang telah gersang,” jelas Sofyan.

Dikatakannya budaya menanam ini harus terus dilakukan oleh generasi muda sebagai pewaris daerah ini kelak, sehingga sejak saat ini sudah harus ditanamkan tentang sadar lingkungan dan bahaya penebangan pohon yang marak terjadi saat ini.

Ia pula tak lupa mengapresiasi terhadap begitu banyaknya peserta yang mengikuti agenda pemuda menanam tersebut. “Terima kasih kepada Formasi UMG, BPK Ormas OI Limboto, @Orang Limboto, kedepan kita berharap, tingkat partisipasi masyarakat busa terus meningkat, sebab masalah kelestarian alam menjadi tanggungjawab kita bersama,” jelasnya.

Adapun untuk penanaman dibantaran sungai Talumelito tersebut, ada 450 bibit yang terdiri atas bibit pohon mahoni trambesi, nangka dan rambutan. “Sehingga nanti pohon-pohon ini kelak bukan saja menjadikan kawasan Limboto kembali hijau, tetapi akan bermanfaat bagi masyarakat disaat panen buah nangka dan rambutan nanti yang membagu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (dan/wie/kif/hargo)

Share

Leave a Comment