Aleg Kabgor Rame-rame Polisikan ASN

Aleg Kabgor Rame-rame Polisikan ASN Status salah satu ASN yang diikuti dengan sejumlah komentar di medsos facebook yang dijadikan bukti oleh Ketua Dekab Sahmid Hemu untuk membawa kasus ini ke Polres Gorontalo.

Berita Terkait


 

Hargo.co.id LIMBOTO — Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati untuk membuat status di media sosial (Medsos) facebook.

Saat ini, kasus hukum yang berakar dari status di media sosial lagi marak-maraknya. Belum lama ketegangan antara tokoh publik Zainudin Hasan dan Rusli Habibie terkait dugaan penghinaan masuk ke petugas kepolisian.

Kali ini giliran Ketua DPRD Kabupaten (Dekab) Gorontalo yang melaporkan kasus dengan sebab serupa ke Mapolres Gorontalo.

Sahmid melaporkan seorang ASN Kabupaten Gorontalo inisial ML yang ditudingnya telah membuat status yang menyinggung dirinya di facebook, Senin, (21/11).

Menurut laporan Sahmid di Polres Gorontalo, ML mengutip pernyataannya lalu memberikan penilaian negatif yang menyudutkan dirinya.

Menurut Sahmid, ia hanya ingin mempertanyakan bantuan yang diberikan pada warga masyarakat Kecamatan Tibawa yang mengalami banjir.

“Warga Kecamatan Tibawa mendapatkan musibah banjir tanggal 29 Oktober dan mendapatkan bantuan makanan nanti tanggal 5 November, sehingga saya sempat mempertanyakan pada mereka yang membawa bantuan, kenapa nanti so abis banjir bantuan diserahkan, tetapi tidak ada jawaban dari mereka dan anehnya justru saudara ML justru menulis status di media social (medsos),” ungkap Sahmid.

Secara terpisah Ketua Fraksi Golkar Iskandar Mangopa menghimbau pada masyarakat agar jangan seenaknya membuat status atau berkomentar yang tak diketahui sebab musababnya suatu permasalahan.

“Beda dengan kita DPRD yang mempunyai hak imunitas, dimana Aleg dilindungi UU tidak boleh menuntut anggota legislative didepan hukum, baik pernyataan didalam DPR atau diluar DPR yng menyangkut dengn tupoksi sebagai Aleg,” tegas Iskandar.

Ungkapan yang sama juga dikatakan oleh Ketua Fraksi Hanura Guntur Thalib yang mengatakan, perbuatan beberapa oknum ASN dalam medsos ini justru dianggap memperkeruh suasana dan menebarkan kebencian terhadap Ketua DPRD .

“Seharusnya ASN tidak mengeluarkan komentar-komentar seperti itu, karena ungkapan dari Aleg itu adalah bagian dari tupoksinya sebagai lembaga pengawasan, wajar ketua DPRD mempertanyakan keterlambatan bantuan kepada para korban banjir, karena itu bagian dari tupoksinya dalam bidang pengawasan,” tegas Guntur.

Guntur juga menambahkan, laporan pada pihak kepolisian ini merupakan bagian dari pemberian efek jera, saat ini Ketua DPRD yang dilecehkan, bias jadi besok atau lusa anggota lainnya.

Ketua Fraksi PPP Hendra Abdul pun menambahkan, Ketua DPRD dianggap wajar mengeluarkan pernyataan seperti itu, karena bagian dari tupoksi dalam bidang pengawasan di daerah pemilihannya dan ini sebenarnya tak ada persoalan, tetapi sudah menjadi masalah karena diunggahan di media social yang menjadi sesuatu yang liar dan tidak menggenakkan bagi pribadi ketua DPRD.

“Apalagi ada orang-orang tak tahu menahu kejadiannya justru memberikan komentar yang melecehkan bukan saja ketua DPRD tetapi lembaga itu sendiri, sehingga dengan adanya kedatangan kami di Polres Gorontalo ini untuk membeikan efek jera kepada pelaku,” kata Hendra.

Secara terpisah ML saat dikonfirmasi semalam mengaku memang menulis status tersebut atas dorongan teman temannya, namun dia membantah jika memennggal kalimat yang disampaikan oleh Ketua DPRD.

“Apa yang saya lihat itu saya tulis di status, karena memang bantuan yang kami berikan adalah bantuan pasca banjir dan ada SOPnya, mana yang bantuan sebelum dan sesudah. Kami sudah bekerja dengan sukarela membantu korban banjir, tetapi mendapatkan ungkapan seperti itu” jelas ML. Ia juga menambahkan, kerja mereka dengan sukarela dan melayani dibeberapa titik, bukan hanya satu titik saja. (wie/hargo).

Share

Leave a Comment