Anggaran Gorontalo Berkurang, Pemda Wajib Ambil Langkah Antisipasi

Anggaran Gorontalo Berkurang, Pemda Wajib Ambil Langkah Antisipasi Ilustrasi dana DAK Gorontalo. (Dok Gorontalo Post)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun depan sangat dirasakan oleh pemerintah kabupaten-kota.

Dampak terparah dirasakan oleh Kabupaten Bonbol. Pasalnya, dari beberapa sektor unggulan yang seharusnya mendapat kucuran anggaran yang maksimal justru hanya mendapat alokasi anggaran yang cukup minim.

Sekretaris Daerah Ishak Ntoma mengaku sangat kecewa DAK turun dratis.

“Saat Rapat Koordinasi (Rakor) di Manado. Setelah dievaluasi ada beberapa usulan DAK kita sudah tak dibahas lagi seperti Pariwisata, Sarana prasarana perkantoran pemerintah, transportasi pedesaan sehingga tak masuk dalam alokasi,”kata Sekda Ishak Ntoma.

Ditambahkanya, untuk DAK Reguler seperti perikanan dan pemukiman, Bone Bolango juga tidak dapat DAK.

Atas kondisi ini Pemkab Bonbol kata Sekda langsung mengambil sikap dengan menanyakan langsung kenapa sektor unggulan Bone Bolango itu tidak dibahas.

Alasanya karena Bone Bolango sudah termasuk daerah maju dan berkembang, sementara Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Pohuwato dianggap masih tertinggal.

Padahal diakui Sekda, dalam profil desa di Bone Bolango, dari total 160 desa yang ada, masih ada 102 desa tertinggal terdiri dari 96 desa tertinggal dan 6 desa sangat tertinggal.

“Semestinnya daerah kita justru sudah lebih dari separuh jumlah desa yang masih tertinggal,”terang Ishak Ntoma.

Melihat kondisi ini maka Ishak Ntoma langsung meminta ijin kepada Bupati Hamim Pou guna memperjuangkan DAK Bone Bolango langsung ke sejumlah kementrian di Jakarta.

Dari hasil lobi-lobi yang dilakukannya, maka jika sebelumnya sektor pariwisata tidak ada DAK, namun akhirnya dapat Rp 1,2 Miliar untuk DAK reguler meski jauh dari usulan sebesar Rp 10 M.

Demikian pula untuk pertanian DAK turun yang sebelumnya Rp 10 Miliar kini tinggal Rp 1.3 Miliar.

Untuk DAK Diknas mengalami penurunan hanya mendapat Rp 3,9 M dibanding Boalemo tertinggi yakni Rp 7,2 Miliar.

“Untuk itu sikap kami sesuai instrusksi Bupati agar kita tidak main-main lagi dalam proses pendataan. Dokumentasi proposal serta data pendukung harus selalu siap setiap saat baik melalui email yang disampaikan lewat direktorat m,asing-masing. kita tetap menunggu petunjuk teknis dari kementrian dan akan maksimalkan dana yang ada,”tutupnya.

Keresahan yang sama juga disampaikan sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Hadijah Tayeb.

“Kalau pengurangan DAK saya rasa semua daerah merasakan, termasuk kita (Pemkab),” ujar Sekda Kabupaten Gorontalo Hadijah Tayeb.

Karena itu dalam APBD 2017 Pemkab akan menyusun prioritas pembiayaan. “Mungkin ada beberapa item, yang mungkin terlalu mendesak itu yang akan kita kurangi,” tegas Hadijah Tayeb.

Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga mengatakan, pihaknya akan memfokuskan pembiayaan untuk ekonomi kerakyataan menyikapi penurunan DAK tersebut.

“Kami pada dasarnya akan fokus pada ekonomi kerakyatan. Kami pun berupaya semaksimal mungkin untuk fokus terhadap masyarakat,” ujarnya.

“Kamijuga akan mereview kembali rencana pembangunan melalui penajaman skala prioritas pembangunan dan penghematan belanja pada sumber anggaran selain DAK untuk menutupi kekurangan pembiayaan pembangunan yang telah direncanakan melalui DAK,” tambah Sekretaris BPKAD Pohuwato, Refli Basir.

Sekda Gorut Ismail Patamani mengatakan, jika DAK mengalami penurunan tentu akan berpengaruh pada program pembangunan daerah. “Jelas akan terganggu program pembangunan” jelasnya.

Disisi lain Bupati Indra Yasin menegaskan bahwa untuk kedepan berbagai program strategis harus dimaksimalkan dan tentunya berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Begitu juga dengan Wabup Roni Imran yang menegaskan bahwa program kerja kedepan harus benar-benar menyentuh kemiskinan.

Plh Sekkot Gorontalo Muhammad Faizal Moodoeto menuturkan, khusus untuk Kota Gorontalo telah dilaksanakan pembahasan terkait penurunan DAK .

“Tetapi ketika itu, saya belum sempat hadir sehingga belum bisa memberikan komentar terkait hasil dari pembahasan tersebut,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan rilis terbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian keuangan, dana transfer ke Gorontalo pada tahun depan mengalami penurunan. Bila tahun ini dana transfer mencapai Rp 5,6 triliun, pada 2017 hanya Rp 5,4 triliun atau menyusut kurang lebih Rp 208 miliar.

Sementara kucuran DAK ikut mengalami penurunan. Bila 2016 DAK mencapai Rp 1,064 triliun, pada 2017 menurun Rp 704,8 miliar. Penyusutan DAK besar-besaran terjadi untuk Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango. (rmb/dan/roy/nat/kif/abk/gip/axl/hargo)

Share

Leave a Comment