Anggota Korpri Harus Terbiasa Berinovasi


Hargo.co.id JAKARTA – Memperingati Hari Inovasi Indonesia tahun 2016, Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) terus memacu pegawai negeri sipil (PNS) untuk menjawab segala tantangan ke depan, dengan terus berinovasi.

Hal tersebut dijawab organisasi pengayom abdi negara tersebut dengan beberapa langkah-langkah inovatif. Misalnya membuat aplikasi Toko Online Korpri, Umrah Bareng Korpri, Korprimart, dan lainnya.

Menurut Dr Tri Widodo Utomo dari Departemen Inovasi sekaligus anggota Ketua II Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN), ‘korps batik biru’ ini mesti memperkuat peran dalam mendorong anggotanya untuk terus berinovasi. Karena menurutnya, inovasi tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi aparatur sipil profesional.

“Sebagai institusi, aksi nyata Korpri dalam menggerakkan inovasi di antara anggota, misalnya dengan menyelenggarakan Lomba Inovasi Korpri, Festival tahunan Inovasi Korpri, mempublikasikan karya inovasi anggota Korpri, dan lainnya,” kata Tri.

Tak hanya itu, lanjutnya, Korpri juga bisa mengembangkan “rumah terampil” sebagai wadah mencetak entrepreneur baru. Program tersebut dapat diimplementasikan terutama bagi pegawai yang menjelang memasuki usia pensiun.

Dalam praktiknya, kata Tri, rumah terampil ini bekerja sama dengan unit usaha yang sudah eksis seperti peternakan, restoran atau industri pengolahan bahan pangan, percetakan, suvenir, dan start-up lainnya.

Kendati demikian, Deputi Inovasi Lembaga Administrasi Negara ini mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut perlu kerja keras dalam membangun budaya inovasi. “Sayangnya, PNS masih terbiasa dengan cara kerja lama yang rutin dan kurang berani berkreasi dan berimprovisasi. Ini yang harus dilatih,” ujarnya seperti mengingatkan.

Selain itu juga masih adanya anggapan bahwa berinovasi adalah melakukan hal yang bertentangan dengan aturan, sementara perlindungan hukum bagi inovator belum dirumuskan secara tegas.

“Di samping itu, belum terbangun jejaring yang memungkinkan terjadinya sharing experience, cross vertilization, dan replikasi antarinovasi yang sudah teruji kemanfaatannya,” imbuhnya.

Karena itu, berbagai inovasi diperlukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memaksimalkan fungsi aparatur. “Inovasi harus menjadi pemikiran dan hasil kreasi bersama, sehingga kemanfaatannya bisa dirasakan para stakeholder, termasuk masyarakat luas di dalamnya,” tandasnya.

Ketua Umum DPKN Zudan Arif Fakrulloh yang juga anak buah Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri menyatakan, bahwa segenap jajaran pengurus Korpri nasional sangat solid dan bersatu dalam upaya mencari sumber-sumber pembiayaan yang inovatif dan tidak membebani negara. “Salah satunya adalah membangun aplikasi Toko Online Korpri (TOK) atau ‘Tok-Tok’ sebagai cara Korpri menjadi mandiri,” kata Zudan menimpali.

Share

Leave a Comment