ASN Wajib Berbahasa Gorontalo

ASN Wajib Berbahasa Gorontalo TARIAN Daerah Gorontalo yang ditampilkan dalam kongres budaya, di Ballroom Training Center UNG. Selasa (8/11). (Foto Natha Gorontalo Post)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Sebagai salah satu daerah adat di Indonesia, Gorontalo kental dengan budaya.

Hanya saja seiring perkembangan zaman, budaya yang mengatur kehidupan masyarakat Gorontalo, kian pudar.

Jika tidak dipertahankan, bukan tidak mungkin budaya Gorontalo akan punah, atau justeru diklaim daerah lain.

Hal ini pula yang mendorong kalangan akademisi di daerah ini untuk menyelenggarakan kongres budaya Gorontalo.

Ini adalah yang pertama dilakukan. Kongres berlangsung di kampus Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (8/11) dan mendapat dukungan banyak pihak termasuk Kedutaan Besar Amerika.

Upaya untuk pelestarian budaya pun, tak sekadar wacana, tapi langsung tindakan.

Plt Gubernur Gorontalo Prof Zudan Arif Fakhrullah punya kebijakan baru untuk melestarikan budaya Gorontalo.

Pria asal Jogjakarta ini begitu bersemgat ingin melestarikan budaya Gorontalo, salah satunya dengan akan mewajibkan seluruh ASN di lingkungan Pemprov Gorontalo menggunakan bahasa Gorontalo, pada hari tertentu.

Termasuk, mewajibkan menggunakan pakaian adat Takowa.

“Para ASN di provinsi Gorontalo juga akan diwajibkan memakai pakaian adat Gorontalo ini (Takowa), paling tidak sebulan sekali, dan akan ada juga hari khusus para ASN bisa berbicara pakai bahasa Gorontalo,”kata Zudan yang juga Dirjen Dukcapil Kemendagri itu.

Ia tidak ingin, budaya Gorontalo tinggal dikenang, padahal patut dilestarikan. (wan/hargo)

Share

Leave a Comment