Awas, Benih Jagung Kadaluarsa Beredar


Hargo.co.id KWANDANG – Fakta mengejutkan ditemukan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Lukum Diko, ketika blusukan di Desa Garapia Kecamatan Monano dan sejumlah desa di Kecamatan Anggrek.

Ya, para petani ternyata memanfaatkan kunjungan Lukum Diko itu untuk menyuarakan hal-hal yang telah merugikan mereka.

Yakni beredarnya benih jagung mereka tertentu yang merupakan bantuan pemerintah ternyata kadaluarsa. Akibatnya, petani mengalami kerugian.

“Petani di Desa Garapia mengeluh karena merugi. Mereka sudah tanam, tapi tidak tumbuh, setelah dicek ternyata sudah kadaluarsa,” ungkap Lukum Diko.

Menurut Lukum, informasi adanya benih jagung kadaluarsa itu juga terjadi dibeberapa desa di Kecamatan Monano dan juga Kecamatan Anggrek. Sehingga, pihaknya akan menyeriusi masalah ini hingga tuntas.

“Kami akan usut, jangan sampai ada indikasi penyalahgunaan bantuan. Karena terkesan bantuan ini, benih yang sudha kadaluarsa dicampur dengan benih yang baru dan diedarkan,” kata kader Partai Golkar itu, Minggu (13/11).

Indikasi benih kadaluarsa lantaran ditemukan bukti adanya benih yang diberi label Bulan 2 2017, namun ternyata label aslinya tanggal 9 bulan 10 tahun 2015.

“Ada indikasi kesengajaan, karena ada sampel, label asli ditutupi dengan label baru. Label aslinya Tanggal 9 Bulan 10 2016, diganti tempel dengan label baru bulan 2 tahun 2017.

Tapi ada juga yang berlabel 2016. Sehingga dugaan kami, bibit kadaluarsa dicampur dengan bibit baru kemudian diedarkan ke kelompok tani. Ini akan kami sikapi secara serius,” tegas Lukum.

“Kasihan petani merugika karena sudah mengeluarkan biaya besar untuk persiapan penanaman, namun tidak tumbuh,” imbuhnya lagi.

Pada kesempatan itu, Lukum mengaku langsung menghubungi Kadis Pertanian Idrus Labantu. Kadis juga kaget terkait hal itu.

Idrus Labantu ketika dihubungi Gorontalo Post via selular sore kemarin, untuk mengkonfirmasi dugaan benih kadaluarsa, tak mengangkat handphonenya.(idm/hargo)

Share

Leave a Comment