Banjir, 1 Hektar Beras Organik BI Kena Imbas


 

Hargo.co.id GORONTALO – Curah hujan tinggi yang berujung pada musibah banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Gorontalo tak bisa dibendung. Pun beras organik yang merupakan pengembangan klaster beras oleh Bank Indonesia (BI) perwakilan Gorontalo pun terkena imbas.

Hal itu diakui oleh Ketua Kelompok Tani Lamuta III, Arifin Thalib, kemarin, Senin (31/10). Menurutnya, beras organik hasil pengembangan klaster beras BI sudah ditanam di lahan seluas 1 hektar di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, kabupaten Gorontalo.

Saat ini, tanaman padi organik tersebut sudah berumur sekitar 15 hari. “Sawah saya juga kena banjir pak. Tapi, Alhamdulillah, padi organik yang sudah kita tanam hanya tergenang, pak. Sekarang ini, hanya daunnya saja yang terserang hama keong,” kata Arifin.

Selain itu, banjir bandang hanya membuat pupuk organik ikut hanyut. “Pupuk organiknya dibawa banjir. Tapi kami masih punya simpanan sekitar 1,6 Ton pupuk organik. Sesegera mungkin akan kita tabur lagi,” tambah Arifin.

Kepala Unit Akses Keuangan UMKM (UAKU) Bank Indonesia (BI) perwakilan Gorontalo, Ilham Setyawan, juga membenarkan tanaman padi organik ikut terkena dampak banjir. “Kena banjir, tapi tidak ngaruh.

Padinya, Alhamdulillah, masih ada,” jelas Ilham. Ilham mengaku pihaknya memberi apresiasi yang tinggi atas optimisme dari dua kelompok tani binaan BI untuk pengembangan klaster beras.

Dan sesuai rencana, pihaknya akan mengajak dua kelompok tani tersebut, yakni Lamuta III Hutabohu dan kelompok tani Pilongolohe, Tuladenggi, untuk melaksanakan studi banding ke Ngawi yang sudah sukses dengan beras organik.(axl/hargo)

Share

Leave a Comment