Banjir Bandang, 2.367 Ha Sawah Rusak Parah


Hargo.co.id GORONTALO  – Banjir bandang yang melanda wilayah Gorontalo mengancam perekonomian. Pasalnya, banjir tidak saja merendam rumah warga, tapi juga ikut merusak mata pencaharian para petani di Gorontalo.

Dari data yang diperoleh Gorontalo Post, areal lahan yang rusak untuk seluruh kabupaten/kota di Gorontalo akibat banjir bandang kali ini seluas 2.367 Ha untuk lahan sawah dan 1.444 Ha untuk lahan jagung.

“Akibat banjir kali ini sawah kami banyak yang rusak. Bagaimana kami bisa menanam. Tentu ini akan butuh anggaran lagi untuk memperbaikinya, termasuk untuk benih,” ujar sejumlah petani di wilayah Limboto Barat.

Untuk itu para petani berharap agar pemerintah benar-benar menseriusi masalah bantuan para para petani. Tidak saja sekadar janji. “Terus terang kali ini kita kewalahan dengan banjir. Sawah kita rusak. Jadi kita sangat dan sangat berharap bantuan dari pemerintah,” imbuh para petani.

Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo Rahmat Doni Lahati mengungkapkan, dari data sementara yang dikantong pihaknya, total areal persawahan yang menerjang wilayah Kabupaten Gorontalo seluas Rp 1.727 Ha.

“Saat ini kita masih terus menyalurkan bantuan untuk warga dulu. Sejalan dengan itu tentunya kita sudah berkoordinasi dengan instansi terkait menyangkut pemulihan lahan pertanian ini,” kata Rahmat.

Di tempat terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) Gagarin Hunawa mengatakan, di wilayah Kabupaten Bonbol juga banyak sawah yang rusak parah. Bahkan menurut Gagarin, warga di Bonbol tidak saja banyak di rugikan di areal persawahan saja. Tapi juga untuk areal perkebunan.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan-TPH) Efemdi Lamatenggo, kepada Gorontalo Post mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk penggantian benih bagi petani yang lahanya rusak akibat banjir.

“Ada yang namanya cadangan benih nasional. Kita terus berkomunikasi dengan kementerian, dan mereka sangat meresponya,”kata Efendi Lamatenggo. Yang disyaratkan, lanjut Efendi adalah calon petani calon lahan (CPCL). Data ini penting, agar benih yang disalurkan tepat pada petani yang mengalami kerugian akibat banjir.

“Dan CPCL itu sudah kita rampungkan. Selasa depan (1/11) kita akan masukkan ke Kementerian Pertanian,”ujarnya. Efendi memastikan jika pemerintah akan menangani serius kerusakan lahan pertanian yang rusak akibat banjir.

“Logikanya begini, petani sudah susah payah menanam, harusnya menanti panen. Tapi ternyata bencana. Mereka juga pasti kesusahan dengan bencana. Makanya, kita berupaya untuk meringankan beban petani,”ujarnya.(tr-48/and/tro/hargo)

Share

Leave a Comment