Banjir Bandang di Gorontalo, Rumah Sakit Lumpuh, Sekolah Diliburkan


LIMBOTO, Hargo.co.id – Banjir bandang di wilayah Limboto Kabupaten Gorontalo membuat lumpuh fasilitas publik di daerah ini.

Rumah sakit MM Dunda Limboto bahkan lumpuh, dan tidak melakukan layanan medis secara maksimal. Ratusan pasien bahkan dirujuk ke beberapa rumah sakit lainya.

Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan dr Titin Pajuhi menjelaskan, dari total pasien rawat inap yang ada di RS MM Dunda Limboto, sebanyak 49 pasien pasien telah dievakuasi ke RS Aloe Saboe, 12 pasien dirujuk ke rumah sakit lainnya, seperti RS Ainun, RS Bunda, RS Islam dan Klinik Mirah sehati.

“Yang tersisa tinggal 10 orang pasien yang dirawat dan semuanya adalah pasien anak-anak, terdiri dari 1 pasien PICU dan 9 pasien NICU. “Mereka memang tak dirujuk karena menggunakan ventilator dan untuk mereka pihak rumah sakit sudah menyiapkan air gallon untuk keperluan air bersih,” ungkap dr Titin.

Lanjut dikatakan dr Titin, sejak selasa malam sampai dengan rabu sore (26/10) pukul 17.30 sudah ada 12 pasien UGD yang dirujuk ke RS Aloe Saboe.

Sementara pasien yang ada di gedung kasmat lahay, sebagian dirujuk ke RS Aloe Saboe sebagian lagi sudah diperbolehkan pulang. Sementara itu bukan saja pelayanan pasien yang bermasalah, puluhan dus obat-obatan pun harus ikut terendam dan tak bisa digunakan.

“Puluhan dus obat terendam air dan tak isa digunakan, sehingga total kerugian rumah sakit sekitar Rp 82.600.000,” ucapnya.

Secara terpisah, Kasie layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Marzan Isa menjelaskan, untuk lokasi pengungsian memang berada di gedung kasmat lahay, selain mengevakuasi sejumlah pasien dari RS Dunda Limboto, juga ada pengungsi dari wilayah Limboto sebanyak 8 KK dan sudah ditangani, karena ada beberapa yang sakit.

“Ada tujuh orang sakit dan Dinas kesehatan sendiri sudah berupaya melakukan pelayan secara optimal dan setiap puskemsas yang wilayahnya terkena banjir sudah membuka posko, seperti Kecamatan Tibawa, Tolanggohula dan kami mengarahkan pada masyarakat untuk melakukan pengobatan pasca banjir, jika mendapatkan keluhan sakit,” ungkap Marzan.

Marzan menambahkan, ketersediaan obat pun maksimal karena Dinas kesehatan bekerjasama dengan Kesehatan provinsi atas ketersediaan obat, termasuk ada yang mobile mendistribusikan obat-obatan diwilayah yang sampai saat ini masih tergenang, sementara sampai saat ini keluhan terbanyak dari warga adalah diare, ispa dan gatal-gatal.

Share

Leave a Comment