Bawaslu Akan Dalami Klarifikasi Isu Molornya Pleno KPU


GORONTALO, Hargo.co.id – Isu molornya pleno penetapan kontestan Pilgub 2017 oleh KPU Provinsi Gorontalo, ternyata berbuntut panjang. Bawaslu Provinsi Gorontalo mengundang KPU untuk melakukan klarifikasi terkait isu tersebut, mengingat sudah memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat.

Kemarin, Rabu (26/10) KPU Provinsi Gorontalo mendatangi Bawaslu guna melakukan klarifikasi. Hadir seluruh komisiones KPU Provinsi Gorontalo yang mana pertemuan kedua lembaga Pilkada ini berlangsung tertutup.

Ditemui Goorntalo Post usai pertemuan, Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Ahmad Abdullah mengungkapkan, pada pertemuan dengan Bawaslu, pihaknya menjelaskan sejumlah poin. Salah satunya terkait pleno penetapan pasangan calon Pilgub sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pleno penetapan pasangan calon dibuka Senin (24/10) pada pukul 20.00 Wita di Kantor KPU Provinsi Gorontalo. Namun karena, yang hadir hanya seorang komisioner maka pleno kemudian diskorsing selama tiga jam sambil menunggu komisioner lainnya untuk menghadiri pleno tersebut.

“Pleno kembali dilanjutkan pada pukul 23.10 Wita namun kali ini di Kantor KPU Kabupaten Gorontalo Utara dan dihadiri oleh seluruh komisioner KPU Provinsi Gorontalo. Rapat pleno penetapan sudah dibuka sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni pada Senin (24/10) dan berakhir pada Selasa (25/10) pukul 03.00 wita.Semua ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, dan arahan langsung dari KPU RI,” tegas Ahmad Abdullah.

Terkait alasan keterlambatan berakhirnya rapat pleno penetapan, Ahmad mengatakan, hal ini disebabkan oleh tindakan KPU Provinsi Gorontalo, yang harus melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh berkas milik para pasangan calon. Untuk keterlambatan pelaksanaan rapat pleno penetapan calon secara terbuka, Ahmad menjelaskan, hal ini karena, rapat pleno penetapan calon terbuka merupakan rangkaian dari rapat pleno penetapan calon secara tertutup.

“Tidak mungkin kami harus melaksanakan rapat pleno terbuka, sementara rapat pleno tertutup belum selesai dilaksanakan,” tukasnya.

Secara terpisah, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Siti Haslina Said, mengungkapkan, pihaknya telah menerima langsung klarifikasi dari KPU Provinsi Gorontalo.

“Klarifikasi sudah dilakukan sejak pukul 11.00 wita. Belum menerima karena masih akan mendalami klarifikasi dari komisioner KPU untuk ditindak lanjuti nantinya,” ujarnya.
Siti juga menambahkan, hasil klarifikasi ini sendiri nantinya jika sudah selesai didalami oleh Bawaslu, akan kembali disampaikan kepada awak media. (tr-45/hargo)

Share

Leave a Comment