Bijak, Begini Kata Adhan Dambea kepada Pendukungnya

Bijak, Begini Kata Adhan Dambea kepada Pendukungnya Zainuddin Hasan dan Adhan Dambea berdoa di sela-sela sosialisasi ZIHAD di Boalemo kemarin. (foto Facebook)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id —Belum dilaksanakannya pleno penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Gorontalo oleh KPU Provinsi Gorontalo mendapat tanggapan dari salah seorang bakal calon wakil Gubernur Gorontalo Adhan Dambea.

Adhan menilai bahwa kondisi sekarang ini dalam konteks yang tidak normatif.

Kalaupun Bawaslu Provinsi Gorontalo telah melakukan konferensi pers dan menyatakan bahwa KPU telah melanggar administrasi, itu benar.

Tetapi harus dilihat juga bahwa KPU dalam kondisi yang serba sulit. Mereka sudah berusaha untuk mencari penerbangan ke Gorontalo tetapi hanya dapat tiket ke Manado.

“Ini bisa dikatakan force majeure. Bawaslu tidak salah juga dengan pernyataan seperti itu. Tinggal dicarikan titik temunya dan tidak ada yang perlu disalahkan. Karena kalau melihat suasana, sudah tidak normatif semua,” ujar Adhan.

Menurut Adhan, berbicara dalam tataran aturan masing-masing, sudah tidak jelas mana yang benar mana yang salah. “Kita kembali saja melihat kondisi real yang ada. Yang pasti mereka tidak mungkin punya keinginan melanggar aturan,” tambahnya lagi.

Bagaimana dengan isu yang beredar bahwa pasangan ZIHAD (Zainudin Hasan-Adhan Dambea) akan dicoret, Adhan justeru mempertanyakan alasan pencoretan.

Kalau penyebabnya adalah legalisir ijazah ujian persamaan di Diknas Sulut yang hanya ditandatangani kepala seksi, sekarang sudah diperbaiki dan ditandatangani oleh Kepala Dinas sesuai dengan Kepmendiknas nomor 20 tahun 2014.

Sedangkan jika yang dipersoalkan adalah ijazah SD, persoalannya pasangan calon tidak dimintai ijazah SD.

Kalau memang harus dimintai, maka Adhan jelas akan menyerahkan sesuai dengan permintaan KPU yaitu Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI). Adhan mengakui Surat Keterangan Tamat (SKT) nya sudah hilang dan sekarang dia sudah mengantongi SKPI sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Kepmendiknas tersebut.

“Karena itu bukan persyaratan maka ita tidak masukkan juga,” imbuhnya.

Share

Leave a Comment