Bolaemo Perpanjang Status Darurat Bencana


 

Hargo.co.id BOALEMO – Status Kabupaten Boalemo dalam kedudukannya sebagai darurat bencana hingga kini belum dicabut. Malah akan diperpanjang jika saja
curah hujan tetap tinggi beberapa pecan kedepan.

Keputusan ini ditempuh mempertimbangkan hasil koordinasi BMKG Gorontalo atas prediksi peluang curah hujan bisa memuncak sampai November mendatang.

“Untuk status dadurat bencana alam di Kabupaten Boalemo memang belum kita cabut. Ini lantaran cuaca hujan tidak menentu di beberapa wilayah seperti Paguyaman dan Wonosari. Namun, tidak menutup kemungkinan akan di perpanjang kalaupun kondisinya masih mengkhawatirkan sepeken kedepan,” ungkap Kepala BPBD Boalemo, Mus Moha.

Dia menambahkan, untuk status darurat bencana umumnya banjir dan longsor di Boalemo ditetapkan selama satu bulan sejak 26 Oktober 2016 lalu . Sementara sampai saat ini baru memasuki minggu ke tiga dengan kondisi alam masih cukup mengkhawatirkan. Terutama pada kawasan hulu sungai sedianya berasal dari wilayah Wonosari.

Karena itu, pihaknya tetap mengedepankan kewaspadaan dan tetap memfungsikan posko pengungsian banjir. Kendati para korban banjir sudah kembali ke kediaman masing-masing dan sudah beraktivitas sedia kala.

“Tetapi Pemkab Boalemo masih tetap melakukan pengawasan di lapangan. Utamanya pada dua daerah pasca banji sekaligus memperingatkan para warga tetap waspada dan berhati-hati apabila curah hujan kembali tinggi dalam beberapa pekan kedepan,” beber Mus Moha.

Di kabupaten Boalemo sendiri terdapat 10 wilayah desa di Kecamatan Paguyaman dihantam banjir pada Rabu (2/10) lalu ditambah 5 desa di wilayah Kecamatan Wonosari.

Akibat bencana dahsyat ini turut memporak-porandakan sejumlah pemukiman dan lahan pertanian warga.

Bahkan sedikitnya tercatat ada 3 rumah warga hanyut bersama kurang lebih 15 ekor ternak sapi milik masyarakat di Paguyaman maupun Wonosari.(nrt/hargo)

Share

Leave a Comment