Bonbol Marak Hewan Lepas

Bonbol Marak Hewan Lepas Satpol PP Bone Bolango menangkap puluhan hewan ternak berupa sapi yang berkeliaran di ruas jalan Kecamatan Kabila, Bone Bolang.

Berita Terkait


BONBOL, Hargo.co.id – Pemerintah Kabupaten Bonbol bertekad menjadikan wilayahnya sebagai lumbung ternak.

Sejalan dengan proyeksi jangka panjang itu, bantuan ternak semakin dioptimalkan. Sayangnya hal tersebut juga membawa dampak negatif. Minimnya kesadaran masyarakat untuk mengkandangkan ternak, membuat program unggulan itu malah memicu maraknya hewan lepas.

Bayangkan saja, sekali turun razia, ada puluhan ekor ternak yang selalu tertangkap Satpol PP karena dibiarkan pemiliknya berkeliaran bebas.

“Memang kesadaran masyarakat untuk mengkandangkan ternak sangat minim. Itu kenapa banyak ternak berkeliaran bebas kita temui. Kalau kita turun razia, ada puluhan ternak yang kita tangkap,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Bonbol Mohamad Yamin Abbas ketika diwawancarai Gorontalo Post, Selasa, (25/10).

Sektor peternakan di Kabupaten Bonbol memang cukup unggul. Karena itu, pemerintah menggenjot program peternakan dalam upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut data pemerintah setempat, total populasi ternak khusus sapi di Bonbol saat ini lebih kurang ada 29 ribu ekor.

Menurut Yamin, pemerintah dalam memberikan bantuan ternak sapi kepada masyarakat diikuti dengan pembinaan khusus. Salah satu diantaranya yakni kewajiban bagi penerima bantuan untuk mengkandangkan hewan. Makanya syarat penerima bantuan harus menyiapkan kandang terlebih dahulu.

Terkait hal ini, ia mengimbau masyarakat agar dapat memperhatikan hewan ternaknya untuk tidak dibiarkan berkeliaran bebas. Sebab, membiarkan hewan berkeliaran bebas merupakan bentuk penggaran sebagai diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 39 tahun 2006 tentang hewan lepas.

“Aturan ini sudah sering kita sosilisasikan. Tapi memang kesadaran masyarakat masih minim. Saat ini total kasus yang ditangani terkait pelanggaran Perda hewan lepas sudah 18 kasus. Makanya sosilisasi akan lebih kita tingkatkan. Kita juga akan lebih rutin razia untuk menyadarkan masyarakat,” jelasnya.

Yamin mengungkapkan pula, kedepan Bonbol akan naik statusnya menjadi daerah tipe A dalam OPD Pemerintahan baru. Sehingga kekuatan Satpol-PP Bonbol juga akan ditambah baik dari personil maupun sarana dan prasarananya.

“Dengan tambahan kekuatan ini, mudah-mudahan kedepan penertiban bisa lebih maksimal. Tidak saja berkaitan dengan pelanggaran hewan lepas, tapi juga pelanggaran lainnya seperti perdagangan Miras tanpa izin,” pungkasnya. (csr/hargo)

Share

Leave a Comment