BPOM Gorontalo, Sita Kosmetik Ilegal

BPOM Gorontalo, Sita Kosmetik Ilegal BPOM Provinsi Gorontalo menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah Supermarket untuk mengecek alat dan bahan kosmetik yang tidak memiliki izin resmi BPOM, Senin, (31/10). (foto : Natha/GP)

Berita Terkait


 

Hargo.co.id KOTA GORONTALO – Insepeksi Mendadak (Sidak) Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo kembali menyasar sejumlah supermarket di Kota Gorontalo. Sidak itu digelar menyusul laporan masyarakat yang menemukan adanya alat dan bahan kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin BPOM.

Dari hasil Sidak, sedikitnya 43 alat kosmetikd dari berbagai merek di jual, padahal kosmetik tersebut tidak memiliki izin resmi BPOM, Senin, (31/10), sekira pukul 14.00 Wita.

“Sidak kosmetik ini kita gelar karena ada laporan masyarakat. Dan ternyata benar. Alat Kosmetik memang wajib memiliki izin BPOM,” kata A.R Nuryadin, salah satu petugas BPOM Provinsi Gorontalo.

Menurut A.R Nuryadin, ada 43 merk kosmetik yang ditemukan tidak memiliki izin BPOM. Kosmetik tersebut terdiri dari jenis pensil alis, bedak pemutih, lipstik, dan sejumlah alat dan bahan kosmetik lainnya.

“Saat kita menggelar Sidak, sejumlah pedagang mengelak menjual kosmeik ilegal. Namun setelah kita periksa ternyata ada diantara mereka yang menjual produk ilegal tersebut,” jelasnya.

Terkait dengan penemuan itu, BPOM pun langsung melakukan penyitaan, sekaligus mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik toko agar tidak melakukan penjualan barang tersebut. “Barang ilegal itu sudah kita periksa. Totalnya sekira Rp 3 jutaan,” ujarnya.

Petugas BPOM Provinsi Gorontalo A.R Nuryadin mengatakan, pihaknya melakukan sidak hari ini dalam guna informasi dari masyarakat yang berkembang.

“Kami terjung kelapangan di semua provinsi yang berada, baik di Mall maupun yang berada di pasar, dalam hal setiap hari kami menintefsifkan untuk turun kelapangan dan kami akan mengumpul semua barang yang tidak terdaftar dari hasil sitaan pihak BPOM yang turun kelapangan,”

Di tempat terpisah pemilik toko yang ingin di wawancarai Gorontalo Post, tak ingin mengomentari kemudian pemilik toko yang tak ingin di sebutkan namanya tersebut malah menangis karena sudah ketakutan dan malu di hadapan media.(tr-49/hargo)

Share

Leave a Comment