Buru Jaringan Narkoba Ratusan Anggota Satpol Dites Urine


Hargo.co.id GORONTALO – Jaringan narkoba di Gorontalo sudah menggurita. Kondisi itu membuat Gorontalo ditetapkan sebagai salah satu daerah di Indonesia yang dalam kategori darurat narkoba.

Sejalan dengan kondisi itu, perburuan jaringan narkoba pun kian digencarkan Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Gorontalo.

Salah satunya dengan memaksimalkan razia dan tes urine. Targetnya tidak saja masyarakat umum, aparat pemerintah pun tidak luput dari sasaran.

Seperti yang terlihat, Kamis, (1/12), BNN Provinsi Gorontalo menggelar tes urine di Kantor Satpol PP dan Linmas Provinsi Gorontalo.

Tes urine yang digelar secara tiba-tiba itu diikuti sedikitnya 140 anggota Satpol PP, serta petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Kepala Bidang P2M, BNN Provinsi Gorontalo Muchars Daud mengatakan, tes urine yang digelar pihaknya tersebut merupakan langkah antisipasi penyalahgunaan Narkoba di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal itu penting untuk membentengi peredaran narkoba merambah aparat pemerintah.  Lebih lanjut disampaikan Muchars kegiatan tes urine dilakukan disemua lini yang berada di ASN, baik itu unsur TNI-Polri, maupun unsur Satpol dalam hal menciptakan suasana di Provinsi Gorontalo.

“Kami memang sudah bekerjasama langsung degan pihak instansi terkait dalam bekerjasama melakukan tes urine dalam guna para pekerja ASN agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Muchras.

Untuk tes urine kali ini kata Muchras, seluruh anggota Satpol PP yang ikut serta statusnya negatif. Sehingganya tidak ada yang dicurigai menggunakan narkoba.

“Alhamdulillah hasinya negatif semua. Ini merupakan bukti bahwa Satpol PP Provinsi Gorontalo komit memerangi narkoba di Gorontalo,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP dan Linmas Provinsi Gorontalo Siregar Djafar mengatakan, tes urine yang digelar pihaknya tersebut adalah bagian dari upaya memerangi peredaran narkoba di Gorontalo.

Sebagai anggota Satpol yang menjadi ujung tombak pemerintah Provinsi Gorontalo dalam penegakkan Peraturan Daerah (Perda), anggota Satpol PP harus bersih dari penyalahgunaan barang haram itu.

Menurut Djafar Siregar, tes urine tersebut memang sudah direncanakan dari sebelum-sebelumnya. Hanya saja waktu pelaksanaanya bersifat rahasia.

“Itulah kenapana banyak rekan-rekan kita yang kaget. Kita rahasiakan rencana pelaksanaanya sambil berkoordinasi dengan BNN Provinsi Gorontalo. Karena ini sudah memasuki akhir tahun anggaran, maka tes urine ini sudah harus kita gelar,” ungkapnya.

Dari hasil tersebut, belum diketahui pasti, apakah dari 125 orang tersebut ada yang positif atau sepenuhnya bersih.
Djafar Siregar mengatakan hasil tersebut tentu menunggu uji labarotorium dari BNN Provinsi Gorontalo.

Jika memang ada anggota Satpol PP yang positif narkoba, dan menunjukan bahwa hasil positif itu karena penyalahgunaan narkoba maka anggota tersebut akan diberikan sanksi tegas.

“Kita tidak ingin berandai-andai lebih, tapi yang pasti kalau ada yang terbukti narkoba maka akan kita beri sanksi, bila perlu akan dipecat secara tidak terhormat,” terang Djafar.(tr-49/and/hargo)

Share

Leave a Comment