Buruh Tani Dituntut Lebih Profesional


 

Hargo.co.id BOALEMO – Hadirnya bantuan pemerintah di bidang pertanian terkait pengadaan aneka mesin pengolahan untuk sektor pertanian diprediksi akan menjadi tantangan baru bagi mereka para pelaku pertanian di Gorontalo.

Seperti diketahui, hampir semua daerah di Provinsi Gorontalo mendapat bantuan mesin penanam dan pemanen pertanian. Kondisi ini cukup dinamis.

Karena di satu sisi membuat sistem pengolahan pertanian lebih modern, namun di sisi lain perlahan mulai menggeser sistem pengolahan konvensional.

Dimana, tidak bisa dipungkiri masih ada kelompok kelompok buruh tertentu yang masih sangat menggantungkan peruntungan ekonomi dari sistem konvensional yang pernah ada, seperti para kelompok buruh tanam dan buruh panen padi.

Aksi protes halus dan tidak langsung sempat dilayangkan beberapa buruh saat berbincang dengan awak koran ini.

“Bagaimana nasib kami para buruh? Jika semua dikerjakan dengan mesin?” ujar ka Isi, seorang buruh di Kecamatan Paguyaman.

Hal ini tentu menjadi fenomena ringan yang patut mendapat solusi dari pihak pemerintah.

Sementara itu, masyarakat petani pemilik lahan saat mulai lebih memilih sistem pengolahan modern dibanding konvensional karena dianggap lebih praktis dan hemat biaya produksi.

Data yang diperoleh Gorontalo Post, biaya panen padi untuk satu hektar lahan dengan sistem panen konvensional berkisar Rp 3,5 juta, termasuk didalamnya biaya makan para buruh.

Sementara data dari para petani, untuk biaya panen menggunakan sistem modern cukup hemat hanya berkisar Rp 2 juta per hektar lahan.

Ini memungkinkan bahwa para buruh sudah saatnya diberi keterampilan tambahan sebagai tim operator peralatan pertanian modern.(gip/hargo)

Share

Leave a Comment