Cabuli Anak Tiri, Diganjar 13 Tahun Penjara

Cabuli Anak Tiri, Diganjar 13 Tahun Penjara Sidang putusan terkait dengan kasus pencabulan di PN Marisa, kemarin. (F. Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post)

Berita Terkait


Hargo.co.id MARISA – Steven Seruntu (34) warga dusun Suka Maju, Desa Puncak Jaya, Kecamatan Taluditi, Pohuwato menerima hukuman setimpal.

Aksi bejatnya mencabuli anak tirinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) berbuah 13 tahun penjara. Vonis tindak pidana pencabulan itu, dibacakan ketua mejelis hakim PN Marisa, Firdaus Zaenal, Selasa (15/11) kemarin.

Diketahui, perkara tidak senono ini terjadi pada 6 April 2016 lalu. Di rumahnya di Desa Puncak Jaya, sekira pukul 14.30 wita, Steven baru saja kembali ke rumah.

Ia dalam keadaan mabuk berat. Saat itu, hanya ada Bunga (Samaran,red) anak tirinya di rumah. Ia mendapati Bunga berada di dapur.

Rupanya, begitu melihat Bunga, pikiran Steven mulai tak beres. Pria yang harusnya melindungi Bunga itu, justeru muncul niat bejat. Steven langsung memeluk Bunga dari belakang.

Bunga jelas kebingungan. Sikap ayah tirinya yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. Makin lama, pelukan Stven semakin erat. Bunga tak berdaya, lalu digiringnya ke kamar. Di kamar, Bunga merontak karena aksi Steven yang dinilainya mulai tak wajar.

Tapi apa daya, Steven yang mambuk itu, ternyata lebih kuat. Bahkan keji, ia mengikat tangan Bunga dengan tali nilon sepanjang 85 cm, kaki Bunga diikat dengan kain.

Bunga masih terus merontak dan berusaha minta tolong. Steven lalu menyumbat mulut Bunga dengan kain. Bunga benar-benar tak berdaya.

Melihat anak tirinya yang berusia belia itu tak berdaya, sama sekali tak ada rasa kasihan. Sang ayah lalu melancarkan aksi, mencabuli Bunga dengan leluasa.

Mahkota berharga anak SD ini pun hancur. Steven yang dijadikanya ayah dan panutan berhasil merenggut kebahagiaanya. Tindakan Steven itu, lantas mencuat. Ia kemudian ditangkap polisi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anton Wahydi menuntut Steven dengan Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan tuntutan 15 tahun penjara. Majelis hakim kemudian memutuskan 13 tahun penjara. (kif/hargo)

Share

Leave a Comment