Car Free Day Kembali Digagas, Sepanjang Jalan Jadi Arena Senam

Car Free Day Kembali Digagas, Sepanjang Jalan Jadi Arena Senam Warga Kota Gorontalo mengisi liburan minggu pertama 2017 dengan kegiatan jalan sehat dan senam bersama. Kegiatan digelar pula serangkaian dengan upaya untuk menghidupkan kembali kawasan Car Free Day di sepanjang Jl. Nani Wartabone.

Berita Terkait


 

Warga Kota Gorontalo menggelar jalan sehat bersama, Ahad, (8/1). Dengan wajah semringah, mereka tumpah ruah di sepanjang kawasan jalan Nani Wartabone. Usai jalan sehat, mereka senam bersama. Suasana jalan yang biasanya padat polousi kendaraan, sejenak berubah menjadi tempat yang dipenui udara segar.

Halim – Kota Tengah

Hargo.co.id GORONTALO – ┬áRANI (35), terlihat santai menggoyang-goyangkan badannya mengikuti aba-aba dari instruktur senam.

Ia baru saja sampai di titik kawasan jalan yang dijadikan lokasi senam kebugaran pagi itu. Rani bersama sejumlah PNS dan warga Kota Gorontalo, pagi kemarin, baru saja selesai melaksanakan jalan sehat bersama di sepanjang kawasan Jl. Nani Wartabone Kota Gorontalo.

“Ini agenda pertama saya ikut. Agenda ini dalam rangka menghidupkan kembali Kawasan Car Free Day di Kota Gorontalo,” ucap Rani yang coba disambangi awak media.

Kawasan Jl. Nani Wartabone dari depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sampai dengan Bundaran Hulonthalo Indah rencananya akan ditetapkan menjadi salah satu kawasan Car Free Day di Kota Gorontalo.

Bahkan, car free day yang akan dirancang lain dari biasanya. Selain diwaranai dengan kegiatan olahraga, kedepan juga akan dibuat agenda pasar kuliner.

Penyampaian sebagaimana disampaikan Plt. Gubernur Gorontalo beberapa waktu lalu. Sebagai tindaklanjut, Pemerintah dan warga Kota Gorontalo telah memulainya, kemarin, (8/1).

Kegiatan Car Free Day, dimulai sejak pukul 06.00 sampai pukul 08.00. Walikota Gorontalo Marten Taha iktu hadir menyeramakkan pelaksanaan tersebut.

Kegiatan Car Free Day diisi dari kegaitan jalan sehat sampai senam kebugaran bersama.

Menurut Rani, dalam 5 hari kerja masyarakat selalu bergelut dengan polusi, yang dapat mengancam kesehatan. Maka dari itu perlu adanya kegiatan seperti CFD tersebut sebagai wadah untuk merefleksikan tubuh serta jauh dari ancaman kesehatan yamg di sebabkan oleh polusi udara tersebut.

Sejatinya, kegaita Car Free Day ini bukan baru kali ini digelar. Saat Kota Gorontalo dipimpin Walikota Adhan Dambea, Car Free Day pernah dihidupkan.

Baming, salah satu persera Car Free Day mengungkapkan hal itu ketika diwawancarai awak media. Hanya saja kegiatan demikian lambat laun surut, lalu hilang.

Dengan lestarikannya kembali Car Free Day ini, dia akan terus bertahan meningat manfaatnya yang sangat besar.

“Manfaat kegiatan ini tidak sebatas senam dan olahraga, tapi juga bentuk sosialisasi tentang pentingnya hiduip sehat. Jadi seyogyannya sejalan dengan program pemerintah,” terangnya.

Selain itu kata Baming, hal demikian juga akan meminimalisir polusi dan kebisingan ibu kota akibat padatnya arus lalu lintas.

Sehingga masyarakat ibu kota di waktu libur dapat menikmati udara segar, tanpa harus pergi jauh-jauh ke luar kota.

“Ini perlu terus dilestarikan. Kota Gorontalo yang semakin pedat kendaraan, memang sudah harus miliki kawasan Car Free Day setiap pekan,” jelasnya.(***)

Share

Leave a Comment