Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak Ilustrasi

Berita Terkait


Hargo.co.id BONBOL – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur butuh perhatian serius dari semua pihak. Tidak saja petugas kepolisian saja. Pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk para orang tua harus membnerikan perhatian untuk mencegah terjadinya kasus asusila yang mengancam masa depan anak ini.

Salah satu daerah yang marak terjadinya kasus ini adalah di wilayah hukum Polres Bone Bolango (Bonbol). Selang pekan kemarin saja, dua kasus terjadi.

Kasus pertama terjadi pada Sabtu, (5/11) salah seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Dutohe Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bonbol, telah melaporkan kasus Pencabulan terhadap Mawar (nama samaran) anaknya yang baru berusia 16 tahun itu, yang diduga di cabuli oleh Pelaku inisial AL (19) yang merupakan warga Desa Limehu, Kecamatan Suwawa, Kabupate Bonbol, Kamis (3/11) di Desa Dutohe Barat, Kabupaten Bonbol.

Peristiwa itu terbongkar setelah Mawar Gadis berparas cantik itu berani membuka mulutnya kapada sang ibu. Awalnya Mawar tak berani membuka mulutnya untuk menceritakan apa yang saat ini telah terjadi, Namun saat itu Sang Ibu bersama Mawar tengah berkumpul bersama di rumah mereka, Sang ibu merasa curiga dengan kondisi Mawar yang saat itu terlihat dalam kondisi Sakit.

Dengan Rasa penasaran sang ibu terus mengajukan pertanyaan terhadap mawar, lantaran terus di hantui oleh rasa ketakutan, Mawar akhirnya membuka mulutnya, serta menceritakan bahwa Ia telah di setubuhi oleh AL saat berada di Lokasi danau perintis Kabupaten Bonbol.

Mendengan informasi itu, sang ibu kemudian langsung terkejut heran atas kejadian itu. Sang ibu kemudian melaporkan hal itu ke pihak Polres Bonbol untuk memproses kasus tersebut.

Sementara itu menyusul kasus asusila yang telah di laporkan Oleh sang ayah warga Desa Lonuo, Kecamatan Tilong Kabila, Kabupaten Bonbol Rabu (9/11) Di mapolres Bonbol. sang ayah melaporkan RH Warga Desa Dunga,

Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, setelah Anaknya sebut jaga ia Mawar, yang mengaku wahwa Ia telah mengandung 5 bulan, satelah berhubungan badan layaknya pasangan suami istri.

Awalnya sang ahayh berpikir untuk menyelesaikan kasus tersebut dengan cara mediasi atau kekeluargaan, namun apa yang sudah di rencanakan sang ayah tersebut se akan sia-sia saja.

Pasalnya diduga setelah menceritakan hal itu ke pihak keluarga RH malahan tak mendapatkan penyelesaian, sehingga sang ayahpun memilih kasus tersebut di selesaikan dengan cara proses hukum.

Kasat Reskrim Iptu Syang Kalibato mengatkan, Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan,”kasus tersebut mang telah di laporkan dan akan kita selidiki,” ungkap Iptu Syang.

Iptu Syang berharap untuk meminimalisir kasus tersebut. Setidaknya butuh ketegasan masyarakat dalam mengawasi anak-anaknya. Terutama bagi anak yang masih berumur belasan tahun.

“Untuk mengawasi agar anak tersebut tak bergaul secara bebas atau keluyuran malam tanpa sepengetahuan orang tua, dengan begitu anak tersebut bisa terawasi dan tak akan melakukan perbuatan yang nantinya bisa merugikan masa depan mereka. Peran orang tua memang sangat di perlukan, jangan sampai Masyarakan hanya membiarkan saja anaknya suka berkeluyuran dan bergaul yang tidak jelas,” pungkasnya.(tr-48/hargo)

Share

Leave a Comment