Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNK Libatkan Eks Pemakai

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNK Libatkan Eks Pemakai Sosialisasi terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada para siswa di Pohuwato yang melibatkan seorang mantan pengguna narkoba. (F. Zulkifli Tampolo/ Gorontalo Post)

Berita Terkait


Hargo.co.id MARISA – Upaya untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan terlarang lainnya ditingkatan siswa, pihak Badan Narkotika Kabupaten (BNK) turut melibatkan pengguna Narkoba dalam melakukan sosialisasi.

Pantauan Gorontalo Post, pada saat pelaksanaan sosialisasi yang dilaksanakan di SMA Negeri I Marisa dan diikuti oleh seluruh perwakilan sekolah se Pohuwato, terpidana kasus Narkoba dihadirkan secara langsung oleh pihak BNK untuk memberikan penyampaian kepada siswa terkait dengan bahaya penggunaan narkoba.

“Jangan sampai siswa ikut terlibat baik itu sebagai pengguna maupun sebagai pengedar Narkoba. Ketika siswa terlibat, maka hukuman yang akan diterima cukuplah tinggi, baik itu hukuman penjara maupun denda yang diberikan, sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang ada,” jelas Edo, terpidana Narkoba yang saat ini dalam proses penyembuhan di Lapas Pohuwato.

Sementara itu, Kepala BNK Pohuwato, AKP Bernadin Situngkir, SH menjelaskan, Negara saat ini telah berperang mati-matian untuk memberantas yang namanya narkoba atau pun penggunaan obat-obat terlarang lainnya. Bahkan, tak tanggung-tanggung, hukuman yang diberikan kepada pengedar narkoba yakni hukuman mati.

Oleh karena itu, diharapkan kepada para siswa agar menjauhi yang namanya narkoba. Jangan mempergunakan apalagi memperjualbelikan narkoba, karena sangat berat hukumannya.

“Kami hadirkan langsung pengguna Narkoba untuk berbagi ilmu pengetahuan dengan para siswa, sehingga siswa mengetahui dampak buruk yang didapatkan ketika mempergunakan narkoba. Bukan hanya merusak jaringan sistem kekebalan tubuh saja, akan tetapi hukumannya pun sangat luar biasa. Oleh karena itu, jika ada yang mempergunakan narkoba dan hendak sembuh, maka silahkan melapor agar kami bisa membantu untuk difasilitasi pengobatannya. Namun jika tidak melapor dan tertangkap tangan, maka sudah pasti akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (kif/hargo)

Share

Leave a Comment