CEO Message #15, Homestay untuk Desa Wisata


Image Kemenpar Leaderboard

Hargo.co.id JAKARTA – Pekan ini, Minggu ke-2 Bulan November 2016, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengeluarkan CEO Message yang ke-15. Saat Rapim di Lantai 16, Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, dia menyampaikan pesan khusus tersebut. Message yang harus dijadikan panduan di internal kementerian, juga boleh dikonsumsi publik untuk benchmark atau referensi dalam menjalankan roda perusahaan, kementerian atau lembaga lain.

“Saya selalu berawal dari akhir. Berangkat dari target 20 juta wisman di 2019. Untuk menuju target itu, harus menggunakan cara Apa? Bagaimana? Kapan? Mengapa harus menggunakan cara itu? Dimulai Kapan dan Darimana?” sebut Mantan Dirut PT Telkom yang lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris, dan Doktor Unpad Bandung itu.

Begitupun dalam mengejar target 20 juta itu. Dia break down dari sisi Atraksi, Amenitas dan Aksesnya. Jika di CEO Message lalu mengupas bagaimana menemukan seats capacity 30 juta, untuk target 20 juta, itu adalah aksi untuk menggarap akses. Bagaimana dengan amenitas? Kapasitas akomodasi? Mungkinkan dalam waktu cepat, menambah hotel dengan cara massif di semua destinasi yang bakal dikembangkan Kemenpar? Itupun masih membutuhkan waktu yang lebih lama, lebih dari 3 tahun?

Maka CEO Message #15 inilah, terobosan cerdas untuk menemukan titik temu proyeksi dan opportunitynya. Silakan dibaca transkrip dari CEO Message #15, yang berjudul “Homestay Untuk Desa Wisata” ini:

Untuk mengembangkan wisata perdesaan di desa-desa wisata diperlukan konsep low-cost tourism (LCT). Melalui konsep LCT ini kita ingin menjadikan pariwisata sebagai sebuah basic needs. Untuk itu harganya harus terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagaimana caranya? Caranya, kita harus menciptakan attraction, access, dan accomodation (3A) yang terjangkau dengan memanfaatkan kelebihan kapasitas (excess capacity) yang ada.

Nah, untuk mewujudkan accomodation yang murah dan mudah kita harus melakukan terobosan dengan membangun sebanyak mungkin homestay (rumah wisata) di desa-desa wisata seluruh pelosok Tanah Air. Murah karena harga penyewaan homestay sangat terjangkau karena dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Share

Leave a Comment