Cyber School Bawa Marten Raih Penghargaan Ki Hajar Award

Cyber School Bawa Marten Raih Penghargaan Ki Hajar Award KI HAJAR - Walikota Gorontalo Marten Taha diwakili Sekda Kota Goronbtalo Zainudin Rahim (kanan) bersama para kepala daerah penerima Anugerah Ki Hajar, di Jakarta (25/11). (foto : diknaskota for gp)

Berita Terkait


 

GORONTALO, Hargo.co.id – Penanganan pendidikan di Kota Gorontalo diakui secara nasional.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi bahkan memberikan anugerah Ki Hajar untuk Walikota Gorontalo Marten Taha.

Anugerah Ki Hajar merupakan penghargaan yang diberikan bagi tokoh dan Kepala daerah yang dinilai punya integritas tinggi dalaam memajukan dunia pendidikan.

Anugerah Ki Hajar atau ‘Kita Harus Belajar’ tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan Muhadjir Efendy kepada Walikota Marten Taha yang diwakili Sekda Kota Gorontalo Zainuddin Rahim.

Walikota Marten Taha berhalangan hadir, lantaran sedang terbaring sakit. Penghargaan Ki Hajar merupakan kali kedua untuk Walikota Marten Taha. Marten mendapatkan anugerah Ki Hajar untuk kategori utama.

Pada kategori ini hanya ada dua Wailikota yang meraihnya, yakni selain Gorontalo, ada juga Walikota Bontang. Penganugrahan Ki Hajar kepada Walikota Marten Taha tersebut selenggarakan langsung di gedung Kementrian Pendidikan RI di Jakarta bertepatan dengan peringatan hari guru nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Abram Badu yang dikonfirmasi menuturkan, anugerah Ki Hajar menunjukan jika sektor pendidikan di daerah melalui penerapan IT yang tidak lain adalah kebijakan Walikota Marten Taha, diakui secara nasional.

“Penerapan IT ini memang sangat connect dengan Visi Gorontalo Smart yang digaungkan Pemerintahan Kota Gorontalo saat ini,”ujar Abram.

Untuk sektor pendidikan sendiri, penerapan IT dijabarkan melalui program Cyber School yakni mengaplikasikan teknologi informasi dalam segala lini dan pergerakan di sektor Pendidikan.

Untuk cyber school sendiri, Walikota Marten Taha bahkan banyak terjun langsung memantau pengaplikasiannya di lapangan.

Perhatian pemerintah terhadap penerapan Cyber school juga dibuktikan dengan berbagai bentuk terutama dalam kaitan penganggaran, dimana Pemerintah Kota Gorontalo tidak tanggung-tanggung menggelontorkan anggaran untuk program modernisasi teknis pelaksanaan pendidikan tersebut.

Dalam pengaplikasiannya, tutur Abram, Cyber School diterapkan tidak hanya dalam pengaturan manajemen pendidikan saja, tetapi hingga pada teknis terdetail penyelenggaraan pendidikan di daerah.

“Seperti misal, penerimaan dan pengumuman siswa baru di Kota Gorontalo semuanya sudah menerapkan sistem Cyber School ini. Ada 117 lembaga Sekolah Dasar (SD), 22 SMP, dan 16 SMA/SMK di selurub wilayah Kota Gorontalo yang telah menerapkan sistem IT dalam penerimaan siswa baru,” ujar Abram.

Pelaksanaan Sertifikasi Guru sendiri sudah dengan sistem IT, ditambah pula dengan undangan rapat yang juga menggunakan aplikasi.

Menurut Abram, banyak kemajuan pendidikan yang telah dicapai saat Cyber School dilaksanakan di Kota Gorontalo.

“Dimana Kota Gorontalo masuk peringkat ke dua dengan integritas kemajuan pendidikan tertinggi se Indonesia, yang didukung oleh frekwensi peraihan nilai yang tinggi dalam hasil Ujian dan kedisiplinan serta kualitas lulusan.

“Meskipun memang tidak bisa kita tampik, bahwa dalam pelaksanaannya Cyber School masih menemui beberapa kendala yang sifatnya teknis, terutama terkait jaringan internet dan kualitas SDM, namun dukungan pemerintah Kota Gorontalo. Secara bertahap mulai menekan hal tersebut,” utaranya lagi. (gip/hargo)

Share

Leave a Comment