Debat Pilgub Gorontalo, 3 Cawagub ‘Saling Serang’


 

GORONTALO, hargo.co.id – Tak jauh berbeda dengan pelaksanaan debat calon gubernur (cagub). Debat calon wakil gubernur (cawagub) Pilgub Gorontalo yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo, Kamis (12/1) dimanfaatkan para kandidat untuk ‘saling serang’ pertanyaan.

Pertanyaan yang diajukan antar kandidat itu di luar dari tema yang diangkat.

Sebelumnya, tema debat mengangkat tentang supremasi penegakan hukum, pelestarian lingkungan hidup serta adat dan budaya. Debat dipandu moderator Razak Umar dan para kandidat yang tampil masing-masing Tonny S Junus (HATI), Idris Rahim (NKRI) serta Adhan Dambea (ZIHAD).

Debat diawali penyampaian visi misi oleh masing-masing kandidat yang kemudian dilanjutkan sesi pendalaman visi misi dan debat antar kandidat.

Memasuki sesi debat antar kandidat, suasana debat yang sebelumnya berjalan normatif mulai menghangat. Cawagub nomor urut 1 Tonny S. Junus yang mendapat kesempatan pertama bertanya kepada Idris Rahim tentang pernyataan rekayasa data. Yang mana pada saat itu Idris Rahim menjabat sebagai Sekda.

“Tolong Bapak jelaskan data apa yang direkayasa ketika Bapak menjabat sebagai Sekda Provinsi Gorontalo,” ucap Tonny S. Junus.

Menanggapi pertanyaan itu, cawagub nomor urut 2 itu lantas menyampaikan rekayasa memiliki makna positif dan negatif. Terkait dengan data produksi jagung, pada saat itu dilaporkan sebanyak 600 ribu ton. Kalau 1 truk memuat 4 ton maka ada 150 ribu truk per tahun atau 12.500 truk/bulan atau 416 truk/hari.

“Kalau 416 truk per hari maka antriannya dari pelabuhan bisa sampai di Andalas sini,” kata Idris Rahim.

Jawaban itupun langsung ditanggapi Tonny Junus yang diberi kesempatan menanggapi. Menurutnya, produksi jagung Gorontalo selain dipasarkan lewat pelabuhan Gorontalo, juga dikirim melalui jalur darat ke Manado. “Itu perhitungan truk sekali jalan. Tapi kondisinya truk yang mengangkut jagung itu bolak balik,” ujar Tonny Junus.

Pertanyaan menyerang balik juga ikut dilancarkan Idris Rahim dan Adhan Dambea. Baik Idris Rahim kepada Tonny S Junus dan Adhan Dambea, ataupun Adhan Dambea kepada Tonny S Junus dan Idris Rahim.

“Apa yang ingin Bapak kembalikan kejayaan Gorontalo. Sementara pada saat itu harga jagung hanya Rp 800 per kilogram, jalan belum bagus,” kata Idris Rahim kepada Tonny S Junus.

Share

Leave a Comment