Ini Komentar Ketua PW NU Provinsi Gorontalo Soal Demo 2 Desember


Hargo.co.id GORONTALO – Ketegangan politik dan persoalan kasus dugaan penistaan Alquran oleh Basuki Tjahaja Purnama telah memviral di berbagai media sosial.

Masyarakat Gorontalo tidak sedikit yang ikut mengkonsumsi kabar tersebut. Guna menyikapi hal ini, warga Gorontalo diharapkan agar tidak mudah terprovokasi.

Jangan sampai persoalan yang ada di daerah luar malah menyibukkan masyarakat di Gorontalo hingga memicu ketegangan antar warga yang pro dan kontra terkait kasus tersebut.

Imbauan pencerahan ini sebagaimana disampaikan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Gorontalo Zulkarnain Suleman ketika diwawancarai Gorontalo Post, Senin, (21/11).

“Kasus Ahok ini telah menyita perhatian publik, termasuk di Gorontalo. Saat ini saya sering mendengar hal itu mulai menjadi perbincangan hangat. Menyikapi ini warga Gorontalo harus hati-hati, sebab masalah benar dan salahnya kasus tersebut belum pasti. Lagi pula sudah ditangani oleh petugas kepolisian,” tuturnya.

Menurut Zulkarnain dalam memandang persoalan ini pula, ulama cendekiawan, serta para pakar masih berbeda pendapat. Masyarakat harus mampu melihat realita ini secara komprehensif.

Kedepan ini, Zulkarnain mengharapkan pula agar masyarakat Gorontalo tidak dengan tenggelam dalam ajakan-ajakan provokatif untuk melakukan demo di Jakarta. Sebab ada saat ini ajakan untuk menggelar Demo pada 2 Desember mulai dihembuskan.

“Masyarakat jangan mau diajak dalam aksi tersebut. Kita harus menyikapi kejadian ini secara arif. Jangan hanya karena kepentingan per orang atau kelompok tertentu kita terpecah belah akhirnya jadi korban disana,” kata Zulkarnain.

Sebaliknya, ia berharap agar seluruh warga Gorontalo yang mayoritas beragama Muslim untuk bergerak bersama menangkal radikalisme dan terorisme. Sebab antitesis pancasila itu secera perlahan mulai menyasar Gorontalo. (tr-53/hargo).

Share

Leave a Comment