Demo Aliansi Demokrasi Ricuh, Massa Aksi Nyaris Adu Jotos

Demo Aliansi Demokrasi Ricuh, Massa Aksi Nyaris Adu Jotos Salah seorang pengunjuk rasa dicegah polisi saat nyaris adu jotos dengan pegawai sekretariat KPU Provinsi Gorontalo, ketika perwakilan pengunjuk rasa berdialog dengan komisioner KPU Provinsi di ruang rapat kantor KPU, Senin (9/1) . (foto Jalal Khan/Gorontalo Post)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Unjuk rasa massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi dan Hukum (APDH) di Kantor KPU Provinsi diwarnai kericuhan.

Sejumlah pengunjuk rasa nyaris terlibat adu jotos dengan pegawai Sekretariat KPU saat pertemuan perwakilan pengunjuk rasa dengan komisioner KPU Provinsi.

Namun kericuhan itu cepat diredam oleh aparat kepolisian yang mengawal massa demonstran.

Massa aksi mendatangi Kantor KPU Provinsi sekitar pukul 14.30 wita. Saat tiba di kantor KPU, langkah kaki demonstran terhenti di depan kantor KPU.

Karena pintu pagar sudah tertutup rapat dan dijaga ketat ratusan personil kepolisian dari Polres Bone Bolango dan Polda Gorontalo.

Karena belum diizinkan masuk ke dalam kantor, massa aksi menyampaikan orasinya di depan kantor KPU Provinsi Gorontalo.

Dalam orasinya massa aksi menyampaikan sejumlah hal. Salah satunya temuan tentang kelengkapan berkas yang dimasukkan oleh pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim (NKRI) saat mendaftar sebagai Cagub-cawagub Gorontalo yang dianggap masih kurang.

“Dalam PKPU jelas tertulis bahwa, syarat administrasi bagi paslon yang terlibat persoalan hukum atau berstatus terpidana adalah melampirkan salinan putusan dari pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, tapi Rusli Habibie hanya memasukkan petikan putusan, sehingga administrasi pencalonan milik pasangan NKRI tidak sah menurut aturan,” tegas Fandli Katili, Koordinator Aksi.

Tak lama kemudian, empat Komisioner KPU Provinsi Gorontalo yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU, Muhammad N Tuli menemui massa aksi dari balik pagar pembatas KPU.

Adu argumen pun terjadi. Apalagi saat itu massa aksi tetap meminta komisioner KPU untuk bisa mengizinkan masuk ke halaman KPU.

Setelah bernegosiasi, KPU hanya mengizikan perwakilan massa aksi untuk berdialog bersama komisioner KPU di dalam ruang rapat kantor KPU.

Awalnya dialog berjalan dengan aman. Namun lambat laun mulai memanas yang berujung pada kericuhan.

Share

Leave a Comment