Depresi, Warga Olele Gantung Diri


KABILA BONE, hargo.co.id – Warga Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Selasa (10/1) jelang magrib, dihebohkan dengan penemuan mayat yang diduga bunuh diri.

Teridentifikasi korban tersebut bernama Wahab Pakaya alias Iwan (39). Diduga kuat, Iwan mengakhiri hidupnya karena depresi berat.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadiannya saat ayah korban, Yusuf Pakaya (55) yang hendak bangun untuk melaksanakan salat subuh tidak melihat anaknya dalam kamarnya.

Usai salat, Yusuf kemudian mencarinya. Namun hingga pukul 16.00 Wita, Iwan tak juga ditemukan.

Pihak keluarga dibantu kerabat pun memperluas area pencarian hingga ke Gunung Tanjung Kerbau Desa Olele. Alhasil, menjelang magrib, sekitar pukul 17.30 Wita, Iwan akhirnya ditemukan namun sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Iwan ditemukan dalam keadaan tergantung diranting pohon dengan seutas tali yang menjerat lehernya dengan lidah terjulur keluar.

Saat itu juga, Yunus Mahmud, kerabat korban yang pertama kali menemukan Iwan langsung memberitahukan kepada pihak keluarga, termasuk menghubungi aparat Polsek Kabila Bone. Sekitar pukul 19.00 Wita, polisi tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban sekaligus mengolah TKP.

Salah satu kerabat korban, Tiong Mahmud, mengatakan bahwa korban sangat dikenal baik oleh warga sekitar. Namun, sejak setahun terakhir terlihat Iwan memiliki gangguan kejiwaan. Sejumlah keluarga korban pun mengakui hal itu.

Menurut mereka, bahwa tanda-tanda gangguan kejiwaannya terlihat sejak 9 bulan lalu setelah pulang dari Sulawesi Tengah.

“So 1 minggu ini, te Iwan banyak berdiam diri di kamarnya,” ujar pihak keluarga, kemarin, Rabu (11/1)

Kapolsek Kabia Bone, Iptu Lukman Dama melalui Kanit Reskrim Brigadir Zulkifli Doda membenarkan korban tewas karena gantung diri berdasarkan fakta olah TKP di lapangan.

“Ciri-ciri korban dengan lidah menjulir keluar, mengeluarkan kotoran dan mengeluarkan air mani. Dari hasil identifikasi, kuat dugaan korban murni gantung diri,” ujar Zulkifli. Sementara pihak keluarga pun menolak untuk dilakukan otopsi.(TR-54/hargo)

Share

Leave a Comment