Dibatasi Aturan, NKRI Takut Niat Baik Jadi Petaka Karena Hal Ini

Dibatasi Aturan, NKRI Takut Niat Baik Jadi Petaka Karena Hal Ini Rusli Habibie dan Idris Rahim saat menemui pedagang pengumpul cabai di Tibawa, Kabgor. (Foto Tim Pemenangan NKRI)

Berita Terkait


GORONTALO, Hargo.co.id – Ada yang mengganjal di hati pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim beserta timnya. Yakni, ingin membantu korban banjir di Kabupaten Gorntalo (Kabgor), namun dibatasi oleh aturan. Mereka takut niat baik menjadi petaka bagi mereka untuk ikut Pilgub 2017.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Tim Pemenangan NKRI (Nyata Karya Rusli-Idris), Ghalib Lahidjun ketika Gorontalo Post menyinggung soal bantuan banjir. Maklum, NKRI saat ini tengah kampanye di Zona 2 (Kabgor-Gorontalo Utara) yang mana pekan lalu terkena banjir.

“Sangat besar keinginan pak Rusli Habibie dan pak Idris Rahim untuk membantu masyarakat yang terkena banjir di Kabgor. Hanya saja, hal tersebut tak bisa dilakukan mengingat adanya aturan bagi calon yang ikut Pilgub terkait nominal harga bantuan yang akan diberikan,” kata Ghalib Lahidjun.

Lanjut kata Ghalib Lahidjun, yang ditakutkan adalah niat baik Rusli habibie dan Idris Rahim memberi bantuan bagi korban banjir, justru menjadi petaka. Artinya, langkah memberi bantuan itu justru membuat NKRI terperangkap dan dinilai melanggar aturan.

“Selama kampanye dialogis, maupun dengan metode blusukan, pak Rusli Habibie dan pak Idris Rahim merasa serba salah melihat kondisi warga. NKRI punya niat dan ada kemampuan untuk memberi bantuan, namun dibatasi aturan. Sementara warga yang terkena banjir, butuh bantuan,” kata Ghalib Lahidjun.

Terkait dengan kampanye pada Selasa (8/11) kemarin, NKRI melakukan blusukan pada sejumlah titik di Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Selain itu, juga menggelar kampanye dialogis pada sejumlah tempat.

Rabu (9/11) hari ini, NKRI menyapa masyarakat Gorontalo Utara (Gorut). Sejumlah tempat di Kwandang akan menjadi sasaran untuk blusukan. Selanjutnya, sore harinya akan melakukan kampanye dialogis di Kecamatan Ponelo Kepulauan.

“Untuk masyarakat yang terkena banjir beberapa waktu lalu, kami mohon maaf atas keterbatasan ini. Suatu saat NKRI akan kembali membagikan bantuan, namun bukan dalam konteks kampanye,” kata Ghalim Lahidjun. (jdm/hargo)

Share

Leave a Comment