Dihantam Banjir, Pipa PDAM Putus, Warga Krisis Air Bersih

Dihantam Banjir, Pipa PDAM Putus, Warga Krisis Air Bersih Pipa Jaringan milik PDAM yang rusak, sementara dalam proses perbaikan. (Foto Roy Van Gobel/Hargo.co.id)

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – Banjir bandan yang terjadi di Kabupaten Gorontalo, selain merusak failitas umum, juga merusak pipa PDAM yang ada di Desa Polohungo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Akibatnya pasokan air bersih dari PDAM tidak bisa dinikmati masyarakat.

Pipa induk  PDAM yang ada di Desa Polohungo ini, terpaksa putus akibat diterjang banjir bandan  yang terjadi beberapa hari lalu, sehingga hal ini menyebabkan pelayanan air bersih bagi 11 ribu pelanggan yang ada di Kabupaten Gorontalo terputus.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Gorontalo Raden Sahi menjelaskan, gangguan pelayanan air bersih ini terjadi sejak tanggal 25 kemarin sementara penyebabnya adalah akibat sambungan pipa terputus. Sedangkan wilayah yang mengalami gangguan terjadi di beberapa titik, seperti Kecamaytan Limboto, Kecamaytan Tibawa, dan Kecamatan  Boliyohuto. Sementara yang terparah berada di Kecamatan Limboto dengan jumlah pelanggan sekitar 7000 pelanggan.

Hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya perbaikan,  namun hal ini juga di sesuaikan dengan kondisi cuaca yang baik.

“ Untuk sementara suplai air bersih ke masyarakat terganggu, meluapnya sungai bionga menjadi penyebab putusnya pipa jaringan yang mensplai air. Derasnya arus membuat sebagian pipa hanyut terbawa arus. Hingga saat ini upaya perbaikan masih terus dilakukan dengan melibatkan seluruh karyawan, “ Ungkap Raden.

Raden menambahkan kendala yang dihadapinya, selain cuaca yang buruk juga kurangnya pasokan material pipa 300, sehingga harus menunggu bantuan dari PDAM di daerah lain , selain itu alat berat untuk membantu proses pekerjaan hingga saat ini belum ada.

Sementara itu tiga  hari pasca banjir,  sejumlah warga mengalami krisi air bersih, sehingga terpaksa harus membeli ke tempat-tempat pengisian air.

Agus Nurdin, salah satu warga Kelurahan Hunggaluwa, Kecamata Limboto mengaku, untuk mendapatkan air bersih, dirinya terpaksa membeli air, itupun hanya untuk keperluan minum sehari-hari.

“ Untuk kebutuhan minum, kami  membeli air, sedangkan untuk mandi dan keperluan lainnya kami menumpang di rumah tetangga yang punya sumur, itupun sumur masih keruh.” Ujar Agus

Agus berharap krisi air yang dirasakan masyarakat saat ini segera bisa teratasi. (rvg/Hargo)

 

Share

Leave a Comment