Gorontalo Butuh 90 Ton Gas Elpiji per Hari


 

GORONTALO , Hargo.co.id– Kebutuhan gas elpiji 3 kg di Gorontalo ternyata terus meningkat.

Jika beberapa waktu lalu, kebutuhan masyarakat akan gas bersubsidi ini hanya 70-80 ton saja, saat ini, kebutuhan gas telah mencapai 90 ton atau setara 3 ribu tabung.

Sales Executive Elpiji Sulut-Gorontalo, Adeka Sangtraga mengatakan, kebutuhan elpiji 3 kg yang mencapai 90 ton itu terpenuhi dengan adanya suplai gas elpiji dari kapal yang bermuatan 650 ton gas.

“Setiap seminggu dua kali, kapal muatan 650 ton gas menyuplai gas ke Gorontalo,” ungkap Adeka.

Stok tersebut, menurutnya, akan bertahan dalam sepekan.

“Stok bisa bertahan sampai 8 hari,” ungkap Adeka Sangtraga, baru baru ini. Selain stok yang tersedia, Adeka memastikan, tak ada kendala suplai elpiji di setiap pangkalan. “Penertiban pangkalan juga berjalan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Gorontalo H. Muhlis Bumulo, SE, mengatakan, sampai dengan saat ini, pihaknya sangat serius dalam menindaki pangkalan elpiji nakal.

“Kalau terbukti naikan HET, kita akan berikan sanksi mulai dari teguran hingga PHU,” tegasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat Gorontalo, khususnya pengguna elpiji bersubsidi agar bisa segera melaporkan apabila mendapati ada pangkalan nakal yang menjual gas elpiji 3 kg diatas HET yang ditentukan.

“Kami juga sudah menjalankan program lockbook yang gunanya untuk mengontrol dan mengevaluasi penyaluran elpiji 3 kg. Apakah benar benar tersalurkan hingga ke masyarakat miskin atau tidak,” jelasnya.(dan/hargo)

Share

Leave a Comment