Gorontalo Rentan Disusupi Faham Radikalisme


Hargo.co.id GORONTALO – Dijuluki daerah teraman se Indonesia selama dua kali berturut-turut. Namun demikian, dengan julukan daerah teraman tersebut Gorontalo justru rentan disusupi Faham radikalisme yang sasaran utamanya memecah kerukunan antara umat beragama.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Intelejen Daerah Gorontalo Brigjen Nisan Setiadi SE saat pelaksanaan kegiatan peningkatan peran jurnalis bagi guru, penyuluh dan pengawas lintas agama, Kamis(24/11).

Nisan Setiadi memastikan bahwa kunci untuk menanggulangi paham radikal dan teroris serta bahaya laten komunis tidak lain dengan cara menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-undang dasar 1945.

“Saya mengkhawatirkan Gorontalo yang sudah dua kali berturut-turut diakui menjadi daerah teraman se Indonesia juga tidak dapat dipungkiri rentan disusupi oleh persoalan kerukunan umat beragama,”kata Nisan Setiadi.

Penyebabnya kata Nisan yakni selain karena aman dijadikan sebagai tempat persembunyian, juga letak geografis Gorontalo yang cukup strategis dengan daerah lain.

Belum lagi adanya Napiter yang dititipkan di Lapas Gorontalo tentu menjadi potensi orang asing berkunjung dan menyusupi daerah Gorontalo.

Apalagi Masyarakat Gorontalo memiliki sikap yang terbuka dan humanis itu pada orang asing bisa disalah manfaatkan.

“Beruntung di Gorontalo 96 persen umat Islam sebagai mayoritas memiliki toleransi sangat tinggi, sedangkan sisanya minoritas saya lihat juga tau diri inilah kunci mengapa Gorontalo aman,”kata Nisan.

Nisan mengaku hanya riak-riak persoalan interen kecil saja yang sering terjadi, misalnya saja karena alasan rebutan jemaah, atau rebutan pengurus saja. (csr/hargo)

Share

Leave a Comment