Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Umum Stabil


 

Hargo.co.id GORONTALO – Kenaikan harga BBM non subsidi per 6 Januari 2016 lalu belum mempengaruhi tarif angkutan umum tujuan berbagai daerah di Gorontalo.

Meski pengguna pertalite (salah satu BBM non subsidi) di Gorontalo semakin banyak, namun para sopir angkutan belum berpikir untuk menaikan tarif.

Pantauan Gorontalo Post, Selasa (10/1), para sopir angkutan belum menaikan tarif angkot karena takut penumpang berkurang.

Salah satu cara yang mereka lakukan untuk tetap mendapat penumpang dan pendapatan tak menurun, yakni dengan beralih menggunakan BBM dari pertalie ke premium atau bensin.

Denny, salah seorang sopir taksi yang mangkal di Pasar Sentral Gorontalo mengatakan, tarif angkot tak bisa dinaikan begitu saja oleh sopir, karena resikonya penumpang akan berkurang.

“Tidak bisa kita seenaknya menaikan biaya transportasi angkutan umum. Sebab setiap hari penumpang bukan semakin banyak tetapi berkurang seiring banyaknya kendaraan pribadi,” katanya.

Tak hanya angkutan umum, hal serupa juga diaki oleh sejumlah PO di Gorontalo. ULin, karyawan PO Bahagia jurusan Manado-Gorontalo yang sempat di wawancarai Gorontalo Post mengungkapkan,

kenaikan BBM jenis solar non subsidi sebesar Rp 300 tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap biaya transportasi. Hal ini memang sengaja dilakukan mengingat, makin berkurangnya minat masyarakat Gorontalo untuk memakai angkutan jenis bus tersebut sebagai keperluan mereka.

Share

Leave a Comment