Hati-Hati Penipuan Modus Wartawan


Hargo.co.id GORUT – Ada-ada saja modus penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Kali ini modus yang digunakan dengan mengaku wartawan koran ini yang awalnya mengkonfirmasi berita namun ujung-ujungnya mengirim nomor rekening untuk ditransfer sejumlah uang.

Kejadian penipuan ini menimpa Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut). Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, penipuan tersebut terjadi Sabtu (19/11) akhir pekan kemarin.

Hal ini diakui Plt Kepala Dinas Koperindag, Thamrin Yusuf yang juga sebagai Asisten II Pemkab Gorut.

“Saya mendapat telepon yang mengaku sebagai wartawan Gorontalo Post dan mengkonfirmasi soal pembangunan pasar Buladu,”jelasnya.

Oknum yang membawa nama wartawan tersebut mengaku bernama Faisal. Begitu juga tutur katanya awalnya masih bersahabat.

Namun, lama kelamaan mulai berubah dan dari nadanya sedikit mulai mengancam.

“Tentunya hal ini diluar dari etika dan orangnya tidak pernah datang mengkonfirmasi langsung. Dan orang tersebut terus menerus menelepon saya dan mengancam akan memberitakan hal yang buruk di halaman depan Gorontalo Post,” ujarnya.

Tidak hanya itu, oknum tidak bertanggungjawab tersebut kemudian mengirim nomor rekening 5151-01-022985-53-5 atas nama Faisal untuk ditransfer sejumlah uang yang nantinya akan digunakan untuk biaya perjalanan tiga orang wartawan dari Makasar ke Gorontalo.

Orang tersebut kemudian menanyakan terus apakah telah ditransfer. Belum lama ini yang bersangkutan menelepon lagi dan mengatakan uang tersebut sangat diperlukan karena ibunya sakit.

Hal yang sama juga dialami Sekertaris Koperindag Azahari yang awal dihubungi oleh nomor 085242633033 yang tidak lain nomor yang sama yang menghubungi Thamrin Yusuf dan juga aparatur lainnya yang ada di Dinas Koperindag dengan pertanyaan yang sama seputar pelaksanaan pekerjaan pasar Buladu.

“Pernah karena capek, saya matikan telepon. Kemudian yang bersangkutan mengirim pesan singkat yang pada intinya mengatakan saya sombong dan tunggu saja akan diberitakan di halaman pertama Gorontalo Post” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Azahari, orang yang mengaku wartawan tersebut terus mendesak untuk dikirimi uang yang alasannya mulai dari tiket untuk 3 orang wartawan pulang dari Makasar hingga ibunya sakit.

Bahkan yang terakhir sudah menyebutkan nominalnya uang yang minta ditransfer sebesar Rp. 500 ribu.

Namun oleh teman-teman kantor diminta untuk tidak diindahkan permintaanya tersebut.

Oknum yang sama dengan nomor HP yang sama juga meminta untuk dikirimi uang ke rekening yang sama tersebut ternyata hampir menghubungi semua aparatur yang ada di Dinas Koperindag.

Bahkan, kata Ahyun Blongkod dirinya sempat kesal dan meminta yang bersangkutan untuk datang ke kantor jika ingin mengkonfirmasi persoalan pasar Buladu tersebut dan akan ditunggu oleh dirinya.

“Kami juga tidak mengerti apa maksud dan tujuan dari orang tersebut. Pasar Buladu pelaksanaan tendernya sudah sesuai prosedur bahkan kami telah mengkonsultasikannya ke kementrian terkait bersama Wabup Roni Imran. Orang yang menelopon tersebut juga menelepon Bupati Indra Yasin dan pak bupati telah mengkonfirmasikan ke kami di dinas dan kami telah menjelaskannya,” tegasnya.

Terinformasi juga, kejadian dengan modus ini juga terjadi di Dinas Pekerjaan Umum (PU) kata Asisten 2. “Modusnya sama, kemudian mengirim nomor rekening untuk ditransfer sejumlah uang” paparnya.

Olehnya ini harus disikapi dan Thamrin telah menyimpan semua pesan dari yang bersangkutan dan juga nomor rekening serta nomor HP.

“Ini juga untuk menjaga kemungkinan jika persoalan ini sampai ke pihak berwajib dan tentu ini akan kami sikapi dan akan melacak siapa oknum ini. Kepada para aparatur lainnya juga kami berharap agar tetap berhati-hati atas setiap modus kejahatan yang dilancarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab” tandasnya. (abk/hargo)

Share

Leave a Comment