Hore! Harga Bensin Turun Lagi


Hargo.co.id JAKARTA – Menteri ESDM Ignasius Jonan telah menandatangani Permen No 36/2016 tentang bahan bakar minyak (BBM) satu harga mulai Januari 2017.

Selain menyamakan harga bensin di kawasan terpencil, peraturan itu membuat pengguna premium di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) tidak perlu membayar Rp 100 per liter lebih mahal seperti selama ini.

Harga premium saat ini memang dibagi dua. Untuk kawasan Jamali, harganya Rp 6.550 per liter. Di luar Jamali yang disebut wilayah penugasan, harganya Rp 6.450 per liter.

Mulai 1 Januari 2017, harga premium tidak berbeda. ’’Nanti, Jamali juga masuk wilayah penugasan,’’ jelas Dirjen Migas Kementerian ESDM Wiratmaja Puja di kantornya kemarin (28/11).

Opsi tersebut cenderung diambil pemerintah karena bisa memberikan formula nasional yang lebih rendah jika dibandingkan dengan tetap mempertahankan perbedaan harga.

Formula harga BBM nasional yang lebih rendah mendukung rencana pemerintah untuk mengubah margin stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Selama ini, volume penjualan bensin di Jamali sangat tinggi. Namun, faktor alpha (biaya yang dikeluarkan distributor BBM) lebih rendah.

Sementara itu, di kawasan terluar, alpha cukup tinggi, tetapi volumenya rendah. Hal tersebut membuat investasi pendirian SPBU hanya menumpuk di Jamali. Di kawasan terpencil, investasi pendirian SPBU sedikit sekali.

Karena harga premium di semua wilayah sama, Kementerian ESDM bisa lebih lincah mengatur perbedaan margin SPBU. ’’Tetapi, Perpres 191/2014 perlu diubah,’’ katanya.

Aturan itulah yang selama ini menjadi payung hukum terkait dengan perbedaan harga premium di Jamali dan wilayah Indonesia lainnya.

Kementerian ESDM, lanjut Wirat, menginginkan adanya perbedaan margin SPBU supaya muncul ketertarikan untuk membangun pom di kawasan terluar.

Share

Leave a Comment