Hutan Terancam, Tokoh Agama Turun Tangan


 

Hargo.co.id MARISA – Terdorong untuk menjaga kelestarian lingkungan, para tokoh agama di Kabupaten Pohuwato turun tangan.

Ancaman kerusakan lingkungan dari tangan-tangan jahil, menyatukan para tokoh agama untuk membuat kesepakatan khusus guna menjaga lingkungan.

Ketua PCNU Pohuwato, Daiman Ali mengatakan hal itu ketika diwawancarai Gorontalo Post, usai pertemuan Fokus Group Discusion (FGD) bertemakan Peranan Pemuka Agama dalam Pelestarian Lingkungan Hidup di di Pondok Pesantren Salafiah Syafi’iyah, kemarin, (26/11).

Pria yang juga menjabat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Pohuwato itu mengungkapkan, keberadaan hutan tidak terlepas dari keberadaan masyarakat yang ada di sekitarnya. Secara gografis, di Kabupaten Pohuwato yang desa-desa yang letaknya berbatasan langsung dengan hutan.

“Mayoritas masyarakat yang tinggal di desa-desa itu banyak yang menggantungkan hidupnya dari hutan. Ketergantungan hidup masyarakat terhadap hutan ini berkaitan masalah ekonomi semata. Jika ini tidak di tata dengan baik, maka bisa menimbulkan kerusakan hutan,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Daiman, dampak dari kerusakan hutan pertama kali akan menimpa masyarakat yang tinggal dekat hutan. Seperti berkurangnya kualitas dan kuantitas air, dan tanah longsor. Selanjutnya dampak itu akan menyebar ke masyarkat lebih luas berupaka bencana alam.

Sementara itu, dari pihak Burung Indonesia Amsurya menyatakan, diharapkan lewat FGD ini dapat terbangun pemahaman akan pentingnya penyampaian dakwah tentang pelestarian lingkungan hidup di masyarakat, terjalinnya kolaborasi para pihak dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan adanya rekomendasi yang dapat diimplementasikan oleh para tokoh agama dalam melakukan dakwah di wilayahnya masing-masing.

“Dibutuhkan peran serta dari para pemuka agama untuk dapat bersama-sama menjaga lingkungan. Semoga lewat peran serta dari para tokoh agama, khususnya dalam penyampaian dakwah maupun ceramah, maka hutan maupun lingkungan kita akan tetap terjaga, lestari dan lain sebagainya,” harapnya. (tr-48/hargo).

Share

Leave a Comment