IDI Gorontalo Bakal Lebih Hati-hati


GORONTALO, hargo.co.id – Terbongkarnya identitas oknum dokter gadungan yang melamar kerja di Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Toto Kabila, Bone Bolango, Minggu, (8/1) membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gorontalo bakal berhati-hati.

Pelakunya berinisial JM (26) alias Jes. Ia diamanakan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bone Bolango meringkus oknum dokter gadungan di salah satu klinik kesehatan yang ada di Kota Gorontalo.

Menurut Direktur RS Toto Kabila dr Toni Doda mengatakan, Jes memang belum bekerja di RS Toto karena berkas lamarannya masih dalam proses penelitian oleh tim Credentialing RS Toto.

“Sejak September 2016 Jes mengajukan lamaran. Berkasnya dicurigai karena pas Photo agak kabur, ijasahnya juga tidak jelas dari fakultas kedokteran mana,”kata dr Toni Doda.

Kedepan dengan kejadian ini pihaknya kata dr Toni Doda akan mengambil sikap tegas lagi dengan lebih memperketat pengawasan terhadap seleksi berkas lamaran kerja yang masuk ke RS yang dipimpinnya.

Karena menurutnya, setiap orang bisa memanfaatkan segala macam cara untuk memuluskan aksi kejahatannya.

“Yang pasti sepanjang sitem penerimaanya sesuai prosedur, maka tidak akan ada yang lolos memasukan data palsu. Apalagi ini berhubungan dengan pelayanan pasien jadi kita harus ekstra waspada,”pungkasnya.

Ketua IDI Provinsi Gorontalo Dr AR Mohammad, SpPD FINASIM mengatakan, dalam kode etik kedokteran memang oknum dokter gadungan tersebut tidak terjerat dalam pasal kode etik.

Karena yang diatur dalam kode etik adalah anggota IDInya, sementara oknum dokter gadungan bukanlah seorang dokter.

“Dalam aturan organisasi memang tak ada yang dilanggar, berbeda halnya jika dirinya adalah dokter yang melakukan mall praktek, tetapi secara hukum pastinya oknum tersebut melanggar dalam tindakan penipuan atau pemalsuan ijazah,” ungkap dr Toni biasa ia disapa.

Lanjut dikatakannya, saat ini maraknya dokter gadungan yang mulai berkeliaran di wilayah Provinsi Gorontalo membuat IDI Provinsi pun semakin memperketat kepengurusan dan administrasi seorang dokter melamar disalah satu rumah sakit atau instansi kesehatan.

Ada beberapa protap dan prosedur yang harus dilalui termasuk rekomendasi IDI dalam pengeluaran surat izin praktek dari dinas kesehatan.

“Akan ada tiga pos yang harus dilewati sebagai seorang dokter, yakni izin praktek dari dinas kesehatan dengan melalui surat rekomendasi yang diberikan oleh IDI Kabupaten/kota dan provinsi, sehingga jika memang benar-benar dokter asli atau palsu bisa dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan berdasarkan protap yang ada,”tandasnya.

[BACA: Melamar Kerja di RS Toto, Oknum Dokter Gadungan Dibekuk]

Kasatreskrim Polres Bone Bobne Bolango AKP Syang Kalibato ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut sembari menambahkan bahwa kasus tersebut dalam tahap proses penyelidikan.

“TKP-nya ada di Kota, kemungkinan besok pagi akan kita limpahkan ke Polda perkarannya,”tutupnnya singkat. (roy/wie/hargo)

Share

Leave a Comment