Ingat, Dosen yang Kumpul Uang Mahasiswa untuk Studi Tour, Dianggap Pungli


GORONTALO, Hargo.co.id– Para dosen di Univeristas Negeri Gorontalo (UNG) harus hati-hati. Jika hendak melaksakan studi tour di luar daerah, dilarang keras untuk mengumpulkan uang walau sepeser rupiah pun dari mahasiswa.

Rektorat UNG menyebut tindakan demikian masuk dalam bagian pelanggaran pungutan liar (Pungli).

“Ini harus jadi perhatian seluruh dosen. Bukan hanya pungutan untuk Study Tour. Apabila ada pungutan yang tidak mempunyai dasar hukum jelas, maka digolongkan Pungli,” ujar Wakil Rektor II UNG Edward Wolok, Rabu, (9/11).

Edward manyampaikan hal ini menyusul banyaknya keluhan mahasiswa di UNG yang uangnya di kumpul oleh dosen untuk studi tour. Meski begitu menurut Edward, studi tour bisa saja dilaksanakan tapi dengan pertimbangan khusus.

Yakni hal itu memang benar-benar di inginkan oleh mahasiswa itu sendiri.

“Tidak boleh memaksa, karena study tour tidak termasuk dalam study perkuliahan yang wajib,” tegasnya.

Sedangkan untuk pungutan pelaksanaan KKS, diakui oleh Edward tidak termasuk Pungli, karena pungutan KKS diatur dalam aturan Kemenristek-Dikti.

“Saya sudah undang seluruh Dekan untuk membahas persoalan ini dan meminta agar menertibkan pelaksanaan study tour, karena sesuai dengan ketentuan hal ini memang tidak boleh,” tambahnya.

Lebih lanjut Edward menjelaskan, Study Tour sendiri seharusnya menjadi ide dari Himpunan Mahasiswa itu sendiri, dan tidak bersifat wajib.

Sementara itu, untuk persoalan praktikum ke luar daerah juga masih akan didalami kembali oleh pihak Universitas Negeri Gorontalo.

Karena menurutnya, pelaksanaan praktikum termasuk dalam kegiatan akademik, yang tentunya dibiayai oleh Universitas melalui UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang dibayarkan oleh setiap mahasiswa disetiap semester berjalan.

Edward menegaskan, jika pihaknya menemukan ada dosen atau pegawai Universitas Negeri Gorontalo yang terlibat pungli, maka tidak segan-segan pihaknya akan memberikan sanksi tegas, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sanksi yang diberikan bisa teguran hingga sanksi terberat,” tandasnya. (tr-45/hargo)

Share

Leave a Comment