Ini Gagasan Prof. Nelson yang Menginspirasi Dunia


 

MAROKO, Hargo.co.id – Menjadi satu-satunya Bupati utusan Kementerian Lingkungan Hidup mewakili Indonesia dalam forum COP22 Maroko, Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo tampil memukau.

Saat berbicara dalam forum internasional itu, Nelson mengemukakan gagasan dan inovasinya dalam menyikapi perubahan iklim yang menjadi isu global.

Tak disangka, gagasan yang diutarakan mampu menginsipirasi para peserta dalam menyikapi perubahan iklim.

Beberapa poin penting yang disampaikan Nelson Pomalingo dalam forum COP22 Maroko yaitu program adaptasi perubahan iklim yang dilakukan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah pusat, swasta, akademisi, dan LSM.

Dalam kesempatan itu Nelson memaparkan beberapa inisiatif yang telah dilakukan oleh Pemkab Gorontalo yaitu gerakan bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, dan mengembangkan Desa Tangguh bencana.

Untuk membuktikan kesungguhan Pemkab Gorontalo terhadap masalah perubahan iklim, Pemkab telah menuangkannya dalam RPJMD Kabupaten Gorontalo 2016-2021.

Paparan Nelson ini membuat para peserta forum berdecak kagum.

Bahkan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Justianto juga memberikan pujian.

Menurutnya, Bupati Gorontalo telah mampu memberikan terobosan yang brilian dalam menghadapi Perubahan Iklim. Sehingga patut menjadi contoh, tak hanya di Indonesia tetapi juga bisa jadi contoh negara lainnya.

“Pemaparannya sungguh luar biasa, Bupati Gorontalo berhasil memberikan insprirasi bagi daerah lain, bahkan dari negara lain. Kami tak salah pilih,” ucapnya.

Ditambahkannya, Bupati Gorontalo menjadi satu-satunya Bupati yang mendapat kepercayaan dari Kenterian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai wakil Indonesia, di ajang bergengsi itu.

Kepercayaan ini diberikan, selain karena banyaknya inovasi dan ide yang dipaparkan Nelson di KLH beberapa waktu lalu.

Sementara itu dihubungi melalui pesan singkat, Bupati Gorontalo yang saat berita ini dirilis masih berada di Maroko mengatakan, mendapat kepercayaan sebagai perwakilan Indonesia, bukan hanya kebanggaan, tetapi juga sebuah kepercaayaan.

Dirinya sangat yakin pemimpin daerah tidak boleh berpangku tangan kepada pemerintah pusat dalam hal mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Share

Leave a Comment