Investasi Get-get Muncul Lagi


Hargo.co.id GORONTALO – Belum lama berlalu, Investasi get-get yang dikelola Rosdiana Bone alias Dian Bone telah menyeret banyak warga tenggelam dalam kerugian.

Uang mereka yang disetor ke Dian Bone tak kunjung kembali, hingga akhirnya berujung pada proses hukum terhadap Dian dan sang suaminya.

Sayangnya, kejadian yang menghebohkan saentro Gorontalo itu rupanya tidak cukup membuat masyarakat Gorontalop jera untuk beradu mujur dalam bisnis investasi get-get.

Buktinya, warga Gorontalo yang menjadi korban dalam kasus yang nyaris serupa itu masih saja bermunculan. Seperti yang melanda Fonny Liadow warga Kelurahan Limba U-I, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Fonny melapor ke Polres Gorontalo Kota telah tertipu sebanyak Rp 4,5 juta oleh salah satu seseorang inisial VK, warga Kelurahan Dulalowo Selatan, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadian yang menimpa Fonny ini berawal ketika ia menerima informasi lewat media sosial BBM terkait investasi dari VK yang menawarkan keuntungan yang cukup menggiurkan.

Pasalnya, dengan menanamkan modal dengan jumlah tertentu, maka keuntungan yang akan didapatkan lebih dari dua kali lipat modal yang di investasikan itu.

Sebagai contoh, misalnya berinvestasi sebanyak Rp 300 ribu, maka akan balik sebanyak Rp 800 ribu. Untuk mendapatkan keuntungan itu, cukup dengan menyimpan uang ke VK selama 3 bulan.

Waktu itu, di bulan Mei, Fony yang tergiur dengan keuntungan besar itu tanpa pikir panjang langsung ikut dalam bisnis ini. Ia mendatangi VK dan menyetor sebanyak Rp 4,5 juta.

Hari berganti minggu, berganti bulan, waktu 3 bulan pun sudah berlalu. Fonny berencana untuk mengambil keuntungan dari uang yang di investasikannya itu kepada VK.

Namun, keceriannya itu segera hilang ketika mendatangi tempat VK, ia tak lagi menemukan VK.

Lantaran kesulitan menemui VK, ia kemudian menghubungi nomor handphone milik VK yang biasanya digunakan untuk berkomuniasi terkait bisnis tersebut. Namun, nomnor handphone tersebut juga sudah tidak bisa dihubungi lagi alias non aktif.

Merasa telah tertipu, Fonny kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Gorontalo Kota, kemarin, (22/11).

Ketika diwawancarai Gorontalo Post, Fonny mengaku tertarik mengikuti investasi itu karena di iming-imingi dengan keuntungan besar. Namun ia tak menyangka jika hal itu hanyalah modus semata.

“Pelaku saya hubungi terus sudah tidak aktif,” ujar Fonny.

Untuk itu ia meminta agar kasus ini diproses oleh petugas kepolisian. Sebab ia merasa telah menjadi korban penipuan dari VK.

Sementara itu Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ronny Yulianto melalui Kasat Reskrim AKP Tumpal Alexander ketika dikonfirmasi mengatakan, laporan dari korban Fonny akan dilakukan penyelidikan. Petugas terlebih dahulu akan mengumpulkan dulu saksi-saksi yang merasakan nasib serupa.

“Jika memang hal itu terbukti, maka petugas akan langsung mencari terlapor untuk mempertangungjawabakn perbuatannya itu,” pungkasnya. (tr-49/hargo).

Share

Leave a Comment