IPAL Jebol, Warga Krisis Air di Tengah Banjir

IPAL Jebol, Warga Krisis Air di Tengah Banjir Alat berat diturunkan untuk mengangkat pipa PDAM yang jebol dan hanyut terbawa air di wilayah Sungai Biyonga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. (foto : Istimewa).

Berita Terkait


Hargo.co.id GORONTALO – WARGA yang dilanda krisis air bersih ini tidak saja yang berada di kawasan Bilato dan Boliyohuto yang kondisi banjirnya cukup parah. Tapi juga di wilayah sekitar ibu kota Kabupaten Gorontalo meliputi Limboto, dan Limboto Barat.

Sulitnya memperoleh air bersih ini memaksa sejumlah warga terpaksa tidak mandi selama beberapa hari. Ada juga yang terpaksa mandi di air hujan. “Ini sudah seminggu tidak mandi saya. Mau mandi di mana, air tidak ada,” kata Juan, warga Limboto.

Pelanggan PDAM di wilayah Limboto-Limboto Barat ini sekitar 6.000 pelanggan. Untuk sementara waktu, sebagian besar dari mereka hanya mengandalkan meminta air dari rumah warga lainnya yang menggunakan air DAP.

Direktur PDAM Kabupaten Gorontalo Raden Sahi mengungkapkan, air PDAM Kabupaten Gorontalo tidak dapat berfungsi karena di luar kendali dari persoalan teknis dan layanan. Hal ini dipicu semata karena bencana banjir yang cukup dahsyat.

Banjir kata Raden membuat jebol sejumlah IPAL PDAM. Ada juga jaringan Pipa yang hanyut terbawa air. Ganjalan lainnya jaringan pipa tersumbat sendimentaasi lumpur.
“Untuk pipa yang tersumbat sedimentasi ini sudah kita atasi. Karena itu saat ini untuk wilayah Telaga sudah kembali lancar,” kata Raden.

Namun lain halnya untuk masalah jaringan intalasi untuk wilayah Limboto-Limboto Barat. Kerusakan yang terjadi karena pipa PDAM hanyut oleh derasnya banjir.
“Ini yang jadi masalah untuk Limboto-Limboto Barat. Tapi kini tengah kita upayakan. Insya Allah pekan ini jika tidak terjadi hujan lebat dan bajir air sudah bisa kembali normal,” ungkap Raden.

Di ungkapkan Raden, upaya yang dilakukan pihaknya untuk memperbaiki jaringan IPAL ini tidak semudah yang di kira warga. Sebab pertama pipa yang hanyut dan diupayakan untuk agar dikembalikan ke posisinya ini bukan ukurannya 12 inch (sekira 1 1/4 dari keliling pohon kelapa dewasa).

Sebelumnya kata Raden, pihaknya telah berupaya untuk memperbaiki IPAL yang ada di Biyonga. Tapi saat hendak di perbaiki tiba-tiba saja hujan lebat menerjang hinga membuat arus sungai kembali deras.

“Dalam kondisi sungai deras ini, kita tidak bisa tembus untuk mencari aksesoris jaringan IPAL yang hanyut itu. Arealnya terlalu ekstrim,” terangnya.

Share

Leave a Comment