Jadi Sentral Perdagangan, Pemkab-Pemprov Keroyok Penataan Isimu

Jadi Sentral Perdagangan, Pemkab-Pemprov Keroyok Penataan Isimu Bupati Prof. Nelson Pomalingo menyalami satu per satu masyarakat Isimu, Kecamatan Tibawa usai diskusi penataan wilayah Isimu di Masjid Baiturrahim Tibawa, Sabtu, (22/10). (foto : Irfan Muhammad/Humas)

Berita Terkait


 

Hargo.co.id LIMBOTO – Wilayah Isimu diproyeksikan menjadi kawasan baru untuk sektor perdagangan di Gorontalo. Letak wilayahnya yang strategis membuat Pemerintah provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo optimis, penataan ini akan membuat Isimu menjadi central perdagangan sekaligus penyangga ekonomi Gorontalo.

Gagasan ini sejatinya adalah ide Bupati Prof. Nelson Pomalingo yang sering disampaikannya saat kampanye Pilkada Kabupaten Gorontalo kemarin. Isimu-Pulubala adalah salah satu wilayah unggulan yang akan dikembangkan menjadi kawasan perdagangan dan Industri.

Target pembangunan ini kembali mengemuka dalam Diskusi Isimu Sentralnya Gorontalo yang digelar Yayasan Central Isimu (YCI) di Masjid Baiturrahim Tibawa, Sabtu, (22/10).

Diskusi tersebut menghadirkan Bupati Prof. Nelson Pomalingo, Gubernur Rusli Habibie, dan dari unsur akademisi yang diwakili Rauf Hatu, dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Bupati Nelson Pomalingo mengatakan, Isimu merupakan jalur lalu lintas utama Pulau Sulawesi. Selain itu, kondisi wilayah juga didukung oleh sarana infrastruktur, mulai dari Terminal Isimu, dan Bandara Djalaluddin Gorontalo. Belum lagi ditambah dengan jalur trans GORR yang akan segera selesai. “Kedepan wilayah Isimu juga akan dilalu rel kereta api,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Nelson, dari segi demografis Isimu, juga Pulubala memiliki penduduk yang cukup dapat, atau sekira 15 persen dari total masyarakat Kabupaten Gorontalo yang berjumlah lebih dari 400 ribu jiwa.

“Karena itu perlu ada langkah-langkah yang kita lakukan untuk penataannya. Kita perlu sepakat. Jika di wilayah Timur kota perdagangan sudah ada Kota Gorontalo dan Talaga serta wilayah Barat ada Kota Marisa, maka centralnya kita buat di Isimu. Isimu kedepan akan kita buat sebagai kota perdagangan terbesar di Gorontalo,” terangnya.

Untuk sampai kepada target ini kata Nelson, butuh ada kesamaan presepsi antara pemerintah Kabupaten Gorontalo dengan pemerintah Provinsi Gorontalo. Paling tidak langkah-langkah awal sudah harus dikerjakan bersama. Mulai dari pembangunan pasar Agro bisnis misalnya. Kalau ini jadi, maka seluruh hasil-hasil produk dari baik dari Marisa dan Boalemo atau dari Bolaang Mongondow masuk ke Isimu,” tuturnya.

Selain itu yang perlu ditata di awal-awal ini adalah keindahan kawasan. Isimu harus ada Ruang Terbuka Hijau (RTH), termasuk memperindah patung Central Isimu agar kawasan ini menarik perhatian.

Share

Leave a Comment