Jangan Jadikan Anak Sebagai Pelampian Depresi Orang Tua


Hargo.co.id – Fenomena masalah sosial saat ini sering kali membuat anak menjadi korban. Tak sedikit persoalan itu memicu depresi orang tua. Sayangnya depresi itu dilampiaskan kepada anak.

Akibat dari depresi itu banyak terjadi tindak kekerasan hingga pembunuhan terhadap anak. Orang tua seperti itu mengalami depresi karena jiwanya sudah mengalami gangguan.

Gangguan tersebut disebut Displacement, yaitu mengalihkan kemarahan kepada orang atau pada barang yang tidak dapat membalas kepadanya. Anak menjadi sasaran empuk karena kelompok yang lemah.

“Orang tua yang mengalami displacement sudah mengalihkan kemarahan, mengalihkan emosinya ke posisinya lebih lemah. Seperti orang tua bunuh anaknya,” kata Guru Besar Keperawatan Kesehatan Jiwa  Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Achir Yani S Hamid.

Yani menjelaskan seseorang yang mengalami tekanan akan membuat orientasi mereka terhadap lingkungan menjadi rendah. Sehingga, pengambilan keputusan akan terganggu dan tidak sadar saat melampiaskan amarah.

“Orang itu panik understress, sifatnya impulsif dilakukan tanpa disadari. Sifat itu ada di dalam dirinya sendiri. Ada kan orang yang sedang marah malah pecahin gelas, atau membanting pintu,” jelas Yani.

Begitu pula saat seorang ibu sedang bertengkar dengan suaminya. Untuk membuang amarahnya, seringkali dia tuangkan kepada anak. Lain halnya saat bunuh diri bersama.

“Ketika ibu kecewa, dia bingung mau buang kemana amarahnya, itu bagian dari displacement. Kecuali akan bunuh diri bersama, itu bukan displacement. Kata kuncinya bunuh diri itu berarti dia butuh bantuan. Crime for help, itu jadi alternatif terakhir alternatif solusi terhadap masalah,” jelasnya. (cr1/JPG/hargo)

Share

Leave a Comment