Jembatan Uwabu Ambruk

Jembatan Uwabu Ambruk ROBOH Akibat banjir Oktober kemarin mengakibatkan jembatan Uwabu ini roboh dan membahayakan pengguna jalan, apalagi dimalam hari karena didekat jembatan tak diberi tanda hati-hati (Deice/Gorontalo Post)

Berita Terkait


Hargo.co.id TELAGA BIRU — Banjir Bandang yang melanda Kabupaten Gorontalo beberapa waktu lalu menimbulkan kerusakan infrastruktur di sejumlah tempat.

Salah satunya yakni Jemabatan Uwabu yang berada di Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Badan Jembatan Uwabu ambruk hingga membuat akses itu sepenuhnya terputus.

Parahnya lagi di kawasan itu tidak ada tanda atau kode untuk memberitahukan kawasan jembatan ambruk.

Sehingga tidak heran, sudah banyak pengendara yang mengalami kecelakaan akibat terjun bebas di jembatan itu saat melintas di malam hari.

Lokasi Jembatan Uwabu ini berada di samping BPKB Provinsi Gorontalo telah ambruk sejak dihantam Banjir Bandang beberapa waktu lalu.

Akibatnya akses di kawasan itu sepenuhnya terputus. Mungkin hanya karena akses alternatif, kerusakan jemabatan itu tak langsung cepat-cepat diperbaiki.

Padahal itu, kondisi itu sangat mengancam para pengendara jika melintasi kawasan itu pada malam hari.

Pantauan Gorontalo Post, kondisi jembatan yang tak diberi tanda pasca runtuh dan memang jauh dari komplek rumah penduduk ditambah fasilitas penerangan yang tak ada dijalan tersebut membuat warga yang akan melewati jalan tersebut harus waspada apalagi dimalam hari.

“Kemarin saja hampir celaka, saat jalan di depan BPKB diaspal, terpaksa mencari jalan alternative melewati jembatan tersebut yang akan tembus di komplek Universitas Muhamadiyah Gorontalo, tetapi karena kondisi malam hari tak ada penerangan atau penanda dekat jembatan, hampir saja motor terjun bebas kebawah, apalagi dibawah itu bukan tanah tetapi jembatan yang roboh,” keluh Cipto warga Kelurahan Dutulanaa ini.

Sementara itu pengakuan warga sekitar, jembatan ini roboh saat banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Limboto, akhir bulan Oktober kemarin.

Air sungai yang meluap tak mampu menampung hingga airnya meluber, bahkan merobohkan jembatan tersebut, akibatnya warga sekitar terpaksa harus turun dan menyeberangi sungai kecil dibawah jembatan yang roboh tersebut.

“Somo satu bulan lebih ini torang harus turun lewat koala (sungai), karena jembatannya jatuh, karena kalau berputar jadi lebih jauh,” ungkap Rosma Ahmad warga sekitar.

Sekretaris PU Kabupaten Gorontalo Erwan Tone ketika dikonfirmasi mengakui memang jembatan tersebut sudah masuk dalam usulan perbaikan dan masuk pada anggaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo tahun 2017 nanti.

“Insyaallah ini masuk dalam penganggaran ditahun 2017, namun kami menghimbau pada masyarakat sekitar agar kiranya selama belum dikerjakan, perlu diberi tanda agar masyarakat tak akan menjadi korban akibat jembatan yang jatuh tersebut,” harapnya. (wie/hargo)

Share

Leave a Comment